Ikuti Kami

Lawan Dominasi "Bank Titil", Fuad Benardi Dorong Perbankan Daerah Jemput Bola ke Pelosok

Kehadiran mereka dianggap sebagai tantangan serius bagi lembaga perbankan resmi dalam mengawal ekonomi rakyat.

Lawan Dominasi
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi.

Surabaya, Gesuri.id – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, mendorong perbankan milik daerah untuk lebih progresif dalam memperluas jangkauan layanan permodalan bagi masyarakat kecil. 

Bank Jatim dan BPR Jatim diharapkan mampu memberikan solusi nyata guna membentengi warga dari ketergantungan terhadap praktik pinjaman tidak resmi atau "bank titil".

​Dalam agenda sosialisasi penguatan UMKM dan koperasi di Surabaya, Selasa (28/4), Fuad menyoroti fenomena bank titil yang masih menjamur di perkampungan dan pelosok Jawa Timur. Kehadiran mereka dianggap sebagai tantangan serius bagi lembaga perbankan resmi dalam mengawal ekonomi rakyat.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Fuad mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sebenarnya telah memiliki instrumen permodalan melalui berbagai program kredit berbunga rendah. Namun, ia mencatat bahwa efektivitas program tersebut masih terkendala oleh jangkauan layanan yang belum menyentuh lapisan masyarakat paling bawah secara menyeluruh.

​"Pemprov melalui kedua lembaga perbankan tersebut memang memiliki banyak program permodalan dengan bunga kecil. Namun, realitanya bank titil masih marak di pelosok. Kondisi ini harus segera direspons dengan langkah strategis," ungkap Fuad.

​Maraknya bank titil atau bank keliling di tengah masyarakat dipicu oleh kemudahan akses dan kecepatan pencairan dana. Meski menawarkan bunga yang sangat tinggi dan berisiko merugikan secara finansial, layanan ini tetap diminati oleh pelaku UMKM serta masyarakat berpenghasilan rendah karena prosedur yang sederhana.

​Menyikapi hal tersebut, Fuad meminta agar perbankan daerah tidak hanya menunggu di kantor, tetapi aktif turun ke lapangan. Strategi "jemput bola" dinilai sebagai kunci utama untuk memenangkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas akses pembiayaan yang sehat.

​Ia menekankan bahwa kehadiran fisik perbankan di tengah pemukiman warga akan memberikan rasa aman. Dengan akses yang mudah, masyarakat memiliki pilihan yang lebih baik untuk mendapatkan modal usaha tanpa harus terjerat bunga yang mencekik.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​"Lembaga perbankan harus hadir langsung di tengah masyarakat. Jangan sampai kalah saing dengan layanan bank titil. Prioritas kita adalah memastikan masyarakat terhindar dari praktik pinjaman berbunga tinggi," tegasnya.

​Fuad optimis bahwa dengan peningkatan sinergi dan transformasi layanan yang lebih inklusif, perbankan daerah dapat menjadi pilar utama dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Langkah proaktif ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro secara berkelanjutan.

​Melalui penguatan peran perbankan daerah, diharapkan tercipta ekosistem keuangan yang sehat di Jawa Timur. Hal ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari praktik pinjaman ilegal yang dapat merusak struktur ekonomi keluarga di pelosok daerah.

Quote