Ikuti Kami

Wibowo Prasetyo dan Dion Agasi Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan di Purworejo

Meski dibungkus suasana akrab, topik yang dibahas tergolong krusial, yakni masa depan sektor pendidikan, sosial, hingga keagamaan.

Wibowo Prasetyo dan Dion Agasi Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan di Purworejo
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo.

Purworejo, Gesuri.id - Obrolan santai sering kali menjadi ruang paling jujur untuk membedah persoalan serius. Hal tersebut tercermin dalam pertemuan antara Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, saat bersilaturahmi dan berbagi pandangan dengan Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, Senin (27/4/2026).

Meski dibungkus suasana akrab, topik yang dibahas tergolong krusial, yakni masa depan sektor pendidikan, sosial, hingga keagamaan di Kabupaten Purworejo. 

Wibowo menegaskan bahwa saat ini pemerintah bersama DPR RI tengah memberikan perhatian penuh pada keberlangsungan pendidikan generasi muda, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menurut Wibowo, bantuan ini merupakan instrumen penting untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah di tengah jalan.

"Bantuan ini tahun lalu sudah disalurkan kepada ribuan anak di Purworejo melalui jalur aspirasi kami. Ini adalah hak anak-anak demi masa depan mereka yang lebih baik," ujar Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Jawa Tengah VI tersebut.

Tak hanya pendidikan formal umum, penguatan sektor keagamaan juga menjadi prioritas. Dukungan terus didorong untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), Aliyah (MA), pondok pesantren, hingga madrasah diniyah, baik melalui pembangunan sarana fisik maupun skema beasiswa.

"Ini adalah bagian dari upaya penguatan pendidikan keagamaan kita. Tujuannya agar institusi pendidikan agama tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di era global," lanjut Wibowo.

Satu hal yang menarik, penguatan moral masyarakat turut disentuh melalui program penyediaan kitab suci bagi enam agama yang saat ini tengah berjalan. Pendekatan multidimensi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kecerdasan akademik formal dengan nilai-nilai spiritual serta sosial di tengah masyarakat.

Merespons hal tersebut, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menyambut positif dukungan berkelanjutan yang mengalir dari pusat melalui para legislator. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan daerah.

"Kami sangat berterima kasih karena aspirasi masyarakat Purworejo dapat dikawal hingga ke tingkat pusat. Dukungan ini sangat vital bagi kemajuan daerah, khususnya pada sektor pendidikan dan sosial," ungkap Dion.

Ia mengakui bahwa kehadiran program PIP dan KIP memberikan dampak yang sangat nyata di lapangan. Bagi banyak keluarga di Purworejo, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan finansial, melainkan penentu keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.

Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur

"Bantuan ini digunakan untuk membeli buku, seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya. Hal ini sangat meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu," tambahnya.

Pertemuan tersebut membawa pesan besar bahwa akses pendidikan harus bersifat inklusif dan berkeadilan. Tidak boleh ada anak yang tertinggal atau kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.

Meski berlangsung tanpa podium dan seremoni besar, obrolan tersebut mempertegas arah pembangunan sosial di Purworejo. Komitmen yang terbangun bertujuan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita yang lebih tinggi.

Quote