Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan komitmennya mendorong transformasi sistem ketenagakerjaan daerah melalui digitalisasi layanan pencari kerja dan pemberi kerja.
Melalui program “Kukar Siap Kerja”, Pemkab Kukar merancang konsep job fair yang tidak lagi bersifat insidental, melainkan bisa berlangsung setiap hari melalui aplikasi berbasis daring.
“Kalau biasanya job fair dilakukan setahun sekali atau beberapa kali saja, sekarang kita ramu supaya bisa terjadi setiap hari lewat aplikasi. Jadi pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan tidak perlu menunggu event besar,” ujar Aulia di Tenggarong, Sabtu (21/02)
Dalam skema tersebut, seluruh perusahaan di wilayah Kukar diwajibkan menginput kebutuhan tenaga kerja mereka ke dalam aplikasi “Kukar Siap Kerja” setiap kali membuka lowongan. Kebijakan ini bertujuan menciptakan sistem rekrutmen yang lebih transparan, terdata, dan terintegrasi.
“Kita wajibkan setiap pemberi kerja, ketika sedang mencari tenaga kerja, harus mengunggah kebutuhan itu ke aplikasi ini. Jadi semua terdata dan bisa diakses secara terbuka,” katanya.
Aplikasi tersebut telah dilengkapi dengan database para pencari kerja sesuai kualifikasi masing-masing. Data yang tercantum meliputi latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, hingga sertifikasi kompetensi.
Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membutuhkan sopir dengan SIM A dan sertifikat K3, sistem akan secara otomatis menyaring kandidat yang memenuhi kriteria tersebut. Informasi lowongan kemudian langsung diteruskan melalui email kepada pencari kerja yang memiliki kualifikasi sesuai.

















































































