Trenggalek, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten Trenggalek mempercepat perbaikan jalan di jalur strategis menjelang arus mudik Lebaran 2026. Bupati Trenggalek yang juga politisi PDI Perjuangan Mochamad Nur Arifin, turun langsung meninjau proyek perbaikan ruas Ngetal–Gandusari hingga Gandusari–Kampak.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek senilai Rp23,2 miliar tersebut tidak menghambat mobilitas masyarakat yang akan pulang kampung.
“Kami menindaklanjuti hasil rapat dengan pihak kepolisian. Saya meminta bagian yang masih berupa agregat untuk dilapisi aspal satu lapis terlebih dahulu sebelum Lebaran, agar pemudik tetap aman dan nyaman,” tegas Mas Ipin sapaan akrabnya, Kamis (19/03).
Untuk itu, Mas Ipin menekankan pentingnya keamanan jalur karena volume kendaraan diperkirakan meningkat signifikan dalam waktu dekat.
Ia meminta kontraktor segera mengambil langkah antisipasi, mengingat masa kontrak proyek baru berakhir pada Mei 2026.
Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, pengaspalan sementara ini juga bertujuan mengurangi debu yang berpotensi mengganggu jarak pandang dan kesehatan warga sekitar.
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp 23,2 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 7,5 kilometer. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Gorga Marga Mandiri dengan durasi 150 hari, mulai 1 Desember 2025 hingga 31 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, tim teknis menerapkan tiga metode perbaikan sesuai tingkat kerusakan jalan. Untuk kerusakan ringan dilakukan pengaspalan satu lapis, sementara kerusakan berat menggunakan dua lapis aspal.
Adapun titik yang rawan genangan ditangani dengan peninggian agregat guna memperpanjang usia jalan.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen proyek, Endy, menyebutkan bahwa perbaikan juga difokuskan pada sistem drainase. Selama ini, luapan air hujan menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
“Kami membangun saluran air menggunakan sistem U-Ditch sepanjang 1,4 kilometer agar air hujan tidak lagi merusak badan jalan,” jelasnya.
Hingga saat ini, progres proyek telah mencapai 41,7 persen atau melampaui target sekitar 8,88 persen.
Meski target penyelesaian pada akhir Mei, kontraktor memastikan sebagian besar ruas jalan sudah dapat difungsikan sebelum Lebaran.
Dengan langkah percepatan tersebut, pemerintah berharap jalur utama tetap aman dan nyaman dilalui selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.

















































































