Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Matindas J Rumambi, mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah darurat terukur dan komprehensif.
Hal ini merespons gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,3 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, dan memicu peringatan dini tsunami.
Matindas menegaskan bahwa keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi prioritas utama di tengah kepanikan warga akibat potensi tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Desakan Pendataan dan Logistik Terpadu Selaku legislator menaruh perhatian besar pada perlindungan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Baca juga: Arnilla Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Sulteng, Ketua Komisi III: Mampu Perkuat Kinerja DPRD Sulteng
Matindas meminta BNPB segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk memvalidasi data korban terdampak dan kerusakan infrastruktur.
"Kami mendesak BNPB dan tim di lapangan untuk mendata secara akurat jumlah korban, bangunan rusak, serta fasilitas umum yang terdampak. Jangan sampai ada keterlambatan data yang menghambat penyaluran bantuan," ujar Matindas dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan bantuan logistik di titik-titik pengungsian.
"Masyarakat yang mengungsi ke dataran tinggi memerlukan kebutuhan dasar segera: makanan siap saji, air bersih, tenda darurat, serta obat-obatan. Logistik harus dipastikan sampai ke tangan warga terdampak tanpa birokrasi yang berbelit," tambahnya.
Anggota Parlemen bidang Kebencanaan itu meminta Pemerintah Daerah Sulawesi Utara untuk mengerahkan seluruh instansi terkait dalam upaya penanggulangan pasca-bencana.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Ia menyoroti pentingnya peran BPBD setempat sebagai garda terdepan.
"Pemerintah Daerah harus sigap mengerahkan bantuan darurat, aktifkan dapur umum, dan pastikan jalur evakuasi tetap aman. Koordinasi antara TNI/Polri dan relawan harus solid untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban tambahan akibat gempa lanjutan dan kerusakan bangunan," tegas legislator senayan tersebut.
Mengingat besarnya skala gempa (M 7,3), ia meminta adanya pendampingan psikologis bagi warga, terutama anak-anak, guna mengatasi trauma mendalam.
Matindas menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi simpang siur dan hanya mengikuti arahan resmi dari BMKG dan otoritas terkait.

















































































