Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muhamad Abdul Azis Sefudin mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) serta penyaluran dana tunggu bagi korban bencana agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang.
Azis mengatakan percepatan pembangunan hunian dan penyaluran bantuan dasar menjadi mendesak mengingat waktu menuju bulan suci semakin dekat, sementara kebutuhan korban bencana belum sepenuhnya terpenuhi.
“Tolong dipercepat pembangunan rumah. Tadi juga disampaikan oleh Kepala BNPB bahwa bangunan rumah di huntara dan dana tunggu harus segera diselesaikan,” kata Azis di Jakarta, Rabu.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemimpin
Menurut dia, kepastian tempat tinggal dan bantuan dasar akan memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak bencana dalam menjalankan ibadah puasa.
“Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Saya berharap masyarakat bisa tenang dan menjalankan ibadah puasa dengan baik,” ujarnya.
Selain hunian dan bantuan dasar, Azis juga mendorong pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung lainnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia menilai kesiapan fasilitas penting mengingat meningkatnya aktivitas dan perhatian masyarakat pada momen tersebut.
“Fasilitas-fasilitas lainnya juga harus segera disiapkan karena menyangkut Hari Raya Idulfitri,” kata legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor) itu.
Menanggapi desakan tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan percepatan pembangunan huntara bagi korban bencana alam menjadi fokus utama BNPB, khususnya di wilayah Sumatera.
Baca: Ganjar Sebut Kehadiran Megawati Bertemu Presiden Prabowo
Ia menyebut masih terdapat sekitar 11 ribu unit huntara yang harus diselesaikan pembangunannya. Namun, menurut dia, sebagian besar unit tersebut saat ini sudah dalam proses pengerjaan dan hampir rampung.
“Kami pastikan ini menjadi tantangan kami terkait pembangunan huntara. Saat ini masih ada sekitar 11 ribu unit yang harus kami bangun, tetapi pada dasarnya rata-rata sudah dalam proses dan hampir selesai,” ujar Suharyanto.
BNPB menargetkan seluruh masyarakat yang masih harus tinggal di huntara dapat menempati hunian tersebut sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
“Target kami menjelang munggah puasa pada 18 Februari seluruh masyarakat yang harus tinggal di huntara sudah pindah. Harapan kami, khususnya masyarakat di Aceh, sebelum puasa sudah menempati huntara,” katanya.

















































































