Ikuti Kami

Selly Nilai Kejadian di Ngada Jadi Representasi Nyata Kemiskinan Struktural yang Belum Teratasi

Dalam keluarga yang dilanda kemiskinan, anak-anak seringkali menjadi pihak yang paling rentan terhadap dampak psikologis dan sosial.

Selly Nilai Kejadian di Ngada Jadi Representasi Nyata Kemiskinan Struktural yang Belum Teratasi
Kapoksi Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangaan Selly Andriany Gantina.

Jakarta, Gesuri.id - Kapoksi Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangaan Selly Andriany Gantina, menilai kejadian di Kabupaten  Ngada sebagai representasi nyata dari kemiskinan struktural yang belum teratasi.

Selly menjelaskan bahwa kasus ini mencerminkan ketidakmampuan negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan. 

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Pentingnya Integritas

Dalam keluarga yang dilanda kemiskinan, anak-anak seringkali menjadi pihak yang paling rentan terhadap dampak psikologis dan sosial.

Padahal, konstitusi secara tegas telah mengatur hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Selly menekankan bahwa kasus ini harus menjadi alarm bagi negara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Selly mendesak adanya penguatan serta integrasi program perlindungan sosial. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Baca: Ganjar Sebut Kehadiran Megawati Bertemu Presiden Prabowo

Sebelumnya, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi YBR (10), siswa kelas IV SD yang ditemukan tewas gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Ngada, NTT. Surat tersebut mengungkap sosok ibunya.

Surat itu ditulis YBR dalam bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya. Dalam surat tersebut, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

Quote