Ikuti Kami

Nila Yani Dorong GarudaFood Perkuat Industri Pangan Nasional dan Jadi Pionir Kemasan Ramah Lingkungan

Nila menekankan bahwa keberlanjutan produksi industri harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap tenaga kerja.

Nila Yani Dorong GarudaFood Perkuat Industri Pangan Nasional dan Jadi Pionir Kemasan Ramah Lingkungan
Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan industri pangan nasional agar tidak rapuh di tengah dinamika geopolitik global. 

Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk di Gresik, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Nila menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan seluruh jajaran GarudaFood atas kontribusinya dalam memperkuat industri makanan nasional serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas produk, meningkatkan daya saing industri, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri pangan nasional.

Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan

“Industri pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. Saya mengapresiasi komitmen GarudaFood yang terus menjaga kualitas, memperkuat daya saing, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak sehingga industri pangan nasional tetap mampu bertahan di tengah dinamika global,” kata Nila, politisi muda PDI Perjuangan.

Legislator Muda dari daerah pemilihan Jawa Timur tersebut menekankan bahwa keberlanjutan produksi industri harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap tenaga kerja. Ia berharap produktivitas industri pangan terus meningkat agar sektor ini tetap menjadi salah satu penopang utama penyerapan tenaga kerja nasional.

“Kita berharap produktivitas industri terus meningkat sehingga stabilitas tenaga kerja tetap terjaga. Industri nasional harus mampu bertahan dan berkembang agar tidak terjadi gelombang PHK di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Komisi VII DPR RI juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri makanan nasional, khususnya terkait ketergantungan terhadap bahan baku impor. Sebagian bahan baku industri masih berasal dari luar negeri sehingga dinamika geopolitik global berpotensi memengaruhi kelancaran rantai pasok dan biaya produksi industri.

Nila menuturkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah maupun gangguan pada jalur perdagangan strategis dunia seperti Selat Hormuz dapat berdampak langsung terhadap sektor industri.

Karena itu, ia mendorong perusahaan untuk memperkuat strategi mitigasi melalui diversifikasi sumber bahan baku serta penguatan pasokan domestik.

“Ketahanan industri nasional tidak boleh terlalu bergantung pada faktor eksternal. Diversifikasi sumber bahan baku dan penguatan rantai pasok domestik menjadi langkah penting agar industri kita tetap tangguh menghadapi dinamika global,” tegasnya.

Selain isu ketahanan industri, Nila juga menyoroti pentingnya transformasi industri pangan yang lebih berkelanjutan. Ia mendorong GarudaFood untuk mengambil peran sebagai pionir dalam sustainable packaging, yakni inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, industri makanan dan minuman memiliki tanggung jawab besar dalam mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan kemasan sekali pakai.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

“Ke depan, industri pangan tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga harus memikirkan keberlanjutan lingkungan. Saya mendorong GarudaFood menjadi pionir dalam inovasi kemasan makanan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Nila juga menilai perusahaan nasional besar seperti GarudaFood memiliki peran penting dalam mendorong transformasi industri melalui inovasi produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta komitmen untuk memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Industri yang kuat bukan hanya yang produknya laku di pasar, tetapi juga yang mampu tumbuh bersama masyarakat dan membuka ruang ekonomi baru bagi daerah tempat industri itu berkembang,” pungkasnya.

Quote