Sukabumi, Gesuri.id – DPP PDI Perjuangan menggelar peringatan Hari ASI Internasional dengan mengusung tema “ASI Eksklusif: Perjuangan Dimulai dari Pelukan Ibu” di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/8/2026).
Acara kesehatan rakyat ini dihadiri oleh ribuan kader, terutama para ibu dari wadah Wanoja Perjuangan Jawa Barat.
Hadir pula Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, serta Wakil Bupati Sukabumi, Andreas Sukmara. Jajaran pengurus DPP yang tampak antara lain Sri Rahayu, Wuryanti Sukamdani, Sadarestuwati, dan Mercy Barends. Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Once Mekel dan Yulius, serta Krisdayanti yang turut menyapa warga.
Di tengah kemeriahan tersebut, puncak edukasi terjadi saat Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, bersama Ketua DPP Bidang Kesehatan, dr. Ribka Tjiptaning berada di atas panggung untuk berinteraksi dengan puluhan ibu yang membawa bayi di bawah usia 6 bulan.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!

Dalam dialog interaktif ini, keduanya memberikan edukasi komprehensif, mulai dari pentingnya ASI eksklusif, bonding ibu dan anak, hingga program Keluarga Berencana (KB).
Di era digital yang serba cepat, Bintang Puspayoga mengingatkan pentingnya membangun ikatan emosional (bonding) antara ibu dan anak. Dia memperkenalkan metode sederhana namun ampuh yang disebut "CUP".
"ASI eksklusif itu memang 6 bulan, ya Mbak Ning. Tapi akan menjadi sangat amat penting itu adalah ASI yang pertama kali (kolostrum)," ujar Bintang.
"Pada era digital sekarang ini, selain ASI eksklusif, istilahnya CUP. Itu harus, supaya kita bonding-nya ketemu sama anak-anak kita. CUP itu apa? Cium, Usap, Peluk. Itu akan menjadi penting bagi Ibu-Ibu semuanya," jelasnya, yang disambut seruan "siap!" dari ribuan ibu yang hadir.
Menanggapi hal tersebut, Ribka Tjiptaning yang merupakan seorang dokter memberikan pemaparan ilmiah secara lugas. Dia menekankan bahwa ASI pertama atau kolostrum yang berwarna kekuningan sangat kaya antibodi serta daya tahan tubuh, sehingga tidak boleh dibuang.
Yang menjadi perhatian publik, Ribka juga secara tegas membantah mitos yang kerap membuat ibu takut menyusui. "Saya enam anak ASI semua. Jangan takut peyot, Bu! Katanya kalau nanti ASI, teteknya jadi jelek. Enggak, Bu! Saya nyusuin enam, bukan makin peyot, makin oke, Bu," tegasnya di hadapan warga.

Baca: Dunia Aktivisme Ganjar Pranowo
Ia mengingatkan agar para ibu memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan pertama kehidupan. "Tidak ada susu produksi mana saja yang lebih bagus dari ASI eksklusif. Jadi jangan takut," imbuhnya.
Tak hanya soal menyusui, Ribka juga menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang penuh tantangan. Ia mengingatkan pentingnya mengatur jarak kelahiran melalui program KB.
Dalam interaksinya, ia mendapati masih banyak ibu yang memiliki anak lebih dari dua dan belum mengikuti program KB.
Dengan gaya khasnya yang dekat dengan rakyat, ia berpesan, "Aduh Bu, nanti mbrojol terus bagaimana? Sekarang biaya sekolah mahal, apa mahal, makanan mahal, jadi harus bisa ya. Habis itu yang belum KB, KB! Jangan kabeh!" ajaknya..

















































































