Ikuti Kami

Ribka Tjiptaning Tekankan Pentingnya ASI Eksklusif dan Pencegahan Tengkes di Sukabumi

Ribka menegaskan bahwa peringatan Hari ASI Internasional ini tidak bisa dilepaskan dari semangat Trisakti Bung Karno.

Ribka Tjiptaning Tekankan Pentingnya ASI Eksklusif dan Pencegahan Tengkes di Sukabumi
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning.

Sukabumi, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan Hari ASI Sedunia di Lapangan Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (6/8).

Dalam sambutannya, Ribka menyapa para pimpinan dan kader partai yang hadir, termasuk Sekretaris Jenderal partai, jajaran DPP, serta para kader senior seperti Kris Dayanti dan Once Mekel. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para anggota DPR RI, pengurus DPD dan DPC dari berbagai wilayah, serta jajaran tenaga kesehatan yang turut menyemarakkan acara tersebut.

Baca: Ganjar Pranowo Ingin Generasi Muda Indonesia

Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para dokter, bidan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta perawat yang senantiasa mendukung kegiatan PDI Perjuangan. Kehadiran tenaga kesehatan ini dinilai sangat selaras dengan tema acara yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak.

Selain itu, Ribka mengapresiasi kerja sama gotong royong dalam penyediaan berbagai bingkisan dan hadiah yang didukung penuh oleh fraksi PDI Perjuangan Provinsi Banten, Satgas DPP, Satgas Provinsi Jawa Barat, serta Satgas tingkat kabupaten dan kota yang telah bekerja keras menjaga kelancaran acara.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peringatan Hari ASI Internasional ini tidak bisa dilepaskan dari semangat Trisakti Bung Karno, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan di bidang kesehatan. "Jadi, ASI eksklusif ini tidak ada titipan pesan produksi susu yang lain, kecuali susu ibu," tegasnya di hadapan ribuan peserta.

Dalam sesi edukasi, Ribka memberikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya pencegahan tengkes atau stunting yang dimulai dari seribu hari pertama kehidupan. Ia mengingatkan bahwa pencegahan harus difokuskan pada anak usia dua tahun ke bawah serta pemenuhan gizi yang tepat bagi ibu menyusui.

"Jangan salah, Pak, stunting itu seribu hari kehidupan pertama. Tadi Pak Ono sudah bilang, 270 di dalam kandungan, 730 di luar kandungan, baduta. Jadi, kalau kasih makan untuk mengurangi stunting, jangan anak SMP yang dikasih, Pak, anak SMP salah, anak 2 tahun ke bawah, Pak," ujarnya.

Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur

Suasana semakin interaktif ketika Ribka mengajak para ibu yang memiliki bayi berusia di bawah enam bulan untuk naik ke atas panggung guna mendapatkan penyuluhan langsung. Ia mendemonstrasikan pentingnya memberikan kolostrum atau air susu yang pertama kali keluar karena kaya akan antibodi alami penangkal stunting.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Ribka mengingatkan para ibu mengenai pentingnya perencanaan keluarga melalui program KB serta menjaga pola hidup sehat yang terjangkau. 

"Makan sehat itu tidak harus mahal, bisa dari daun kelor, daun pepaya Jepang, daun singkong, apa saja, tinggal dicampur sama misalnya telur rebus dan lain-lain," pungkasnya.

Quote