Ikuti Kami

Pramono Anung Tegaskan JIS Tetap Kandang Persija, Konser Musik Dibatasi

Pemprov DKI Jakarta akan membatasi jumlah konser agar tidak mengganggu jadwal pertandingan maupun aktivitas klub.

Pramono Anung Tegaskan JIS Tetap Kandang Persija, Konser Musik Dibatasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Jakarta, Gesuri.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, tetap menjadi kandang utama Persija Jakarta meskipun stadion tersebut diminati sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai konser musik berskala besar. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membatasi jumlah konser agar tidak mengganggu jadwal pertandingan maupun aktivitas klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

"JIS tetap sebagai kandang utamanya Persija, supaya ini juga tidak diartikan macam-macam, JIS tetap menjadi kandang utamanya Persija," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Selasa (3/11/2026).

Pramono mengatakan, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI menjaga fungsi utama JIS sebagai stadion sepak bola sekaligus memberikan ruang bagi kegiatan hiburan dan acara berskala besar. Menurutnya, tidak semua permohonan penyelenggaraan konser dapat diterima karena penggunaan stadion harus mempertimbangkan kepentingan Persija.

Selain memastikan status JIS sebagai kandang Persija, Pramono juga menyoroti kesiapan kondisi rumput stadion setelah digunakan untuk kegiatan nonolahraga, termasuk konser musik.

Ia memastikan rumput JIS saat ini memiliki waktu pemulihan yang relatif cepat. Dengan demikian, stadion diperkirakan sudah dapat kembali digunakan untuk pertandingan sepak bola paling lama dua minggu setelah penyelenggaraan acara.

"Yang kedua, karena sekarang ini rumput di JIS itu paling lama 2 minggu setelah pertandingan itu bisa digunakan. Dan sekarang ini sudah ada jaminan bahwa 2 minggu dari konser pasti sudah bisa digunakan untuk pertandingan," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyinggung rencana penentuan hak penamaan atau naming right JIS yang disebut akan segera diputuskan. Di sisi lain, tingginya minat penyelenggara acara untuk menggunakan stadion tersebut membuat Pemprov DKI perlu menerapkan seleksi dan pembatasan secara ketat.

"Maka dengan demikian, JIS bagaimana dengan naming right-nya? Segera akan diputuskan. Termasuk konser-konser yang sekarang ini banyak yang ingin menggunakan JIS, tentunya kami akan melakukan pembatasan, enggak semua konser bisa dilakukan, karena apapun, saya tetap meminta kepada JakPro bahwa JIS adalah kandangnya Persija," jelas Pramono.

Sebelumnya, Pramono mengungkapkan terdapat 15 pengajuan penyelenggaraan konser besar yang berminat menggunakan JIS sebagai lokasi acara. Banyaknya permohonan tersebut menunjukkan tingginya daya tarik stadion kebanggaan warga Jakarta itu sebagai salah satu venue kegiatan berskala besar.

Meski demikian, Pramono menegaskan Pemprov DKI tidak ingin tingginya aktivitas komersial di JIS justru menggeser fungsi stadion sebagai markas Persija Jakarta. Karena itu, pengaturan jadwal dan pembatasan konser menjadi langkah penting agar kepentingan olahraga dan hiburan dapat berjalan beriringan tanpa merugikan klub maupun para pendukungnya.

Quote