Ikuti Kami

Pulung Agustanto Ingatkan Masyarakat dan Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan Akan Virus Campak

Pulung menyoroti posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat kedua tertinggi kasus campak di dunia, setelah Yaman.

Pulung Agustanto Ingatkan Masyarakat dan Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan Akan Virus Campak
Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto mengingatkan masyarakat dan jajaran Kemenkes untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus campak.

Politikus PDI Perjuangan itu mempertanyakan kembali merebaknya kasus campak, padahal imunisasi telah lama menjadi program nasional.

“Kenapa sekarang merebak lagi? Ini adalah alarm bahaya yang mesti diwaspadai,” ujar Pulung, Rabu (1/4).

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Marsinah Lebih Layak 

Berdasarkan pengamatannya, salah satu penyebab meningkatnya kasus campak adalah keterbatasan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah. Dalam beberapa kunjungan kerja, ia menemukan stok vaksin campak kosong atau sangat terbatas.

“Begitu vaksin tidak tersedia, kasus ini langsung merebak. Karena itu saya meminta Kemenkes memastikan ketersediaan vaksin hingga ke seluruh pelosok,” tegasnya.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat kedua tertinggi kasus campak di dunia, setelah Yaman.

"Jika kasus campak meledak, ini menunjukkan kita belum serius menangani,” ujarnya.

Menurut Pulung, persoalan campak tidak hanya terkait program imunisasi atau ketersediaan vaksin, tetapi juga lemahnya edukasi publik.

Ia menilai masih adanya kelompok masyarakat yang menolak vaksinasi karena terpengaruh informasi yang keliru.

Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan

“Fenomena ini harus didekati dengan bijak. Kemenkes perlu terus melakukan edukasi yang sesuai dengan kultur dan latar belakang keyakinan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan program vaksinasi sangat bergantung pada cakupan yang tinggi, yakni mencapai 80 hingga 90 persen dari populasi.

“Jika masih ada masyarakat yang berpandangan negatif terhadap vaksin, harus didekati secara serius. Jangan dibiarkan, karena akan mengganggu keberhasilan program vaksinasi,” tutup Pulung.

Quote