Gresik, Gesuri.id – Suasana hangat dan penuh inspirasi menyelimuti Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kabupaten Gresik, Sabtu (25/4).
Ratusan perempuan dari berbagai organisasi memadati ruangan untuk menghadiri sarasehan Hari Kartini yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik.
Mengusung tema “Meneladani Semangat Kartini: Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya, dan Berdampak”, acara ini menghadirkan sosok ikonik, Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T., Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, sebagai narasumber utama.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Alma Dwi dari Paguyuban Cak dan Ning Gresik, Tri Rismaharini memberikan pandangan tajam mengenai cara perempuan masa kini meneladani sosok Kartini. Baginya, emansipasi bukan berarti melupakan kodrat dan tanggung jawab di dalam rumah tangga.
“Saya setiap malam saat menjabat Wali Kota, pulang ke rumah tetap menyemir sepatu suami saya. Kalau kamar mandi kotor, saya ngosek (menyikat) kamar mandi dulu malam-malam,” ungkap Risma.
Mantan Menteri Sosial ini menekankan bahwa keberdayaan perempuan tidak selalu diukur dari aktivitas di luar rumah. Ia mendorong perempuan untuk mampu berdikari meski dari dalam rumah.
“Apakah ibu-ibu harus keluar rumah untuk bekerja? Tidak. Kita bisa bekerja di rumah sambil menjaga anak-anak. Biar saya saja yang 'keluyuran' keluar rumah jam 1 malam untuk mengecek ini-itu,” selorohnya yang seketika memantik tawa renyah di seluruh ruangan.
Di balik ketegasannya saat memimpin, Risma membagikan kisah menyentuh saat ia harus menyeimbangkan peran sebagai ibu dan akademisi. Ia mengenang masa ketika harus menempuh studi di Belanda dan meninggalkan buah hatinya yang masih kecil dalam waktu lama.
Baca: Jangkar Baja Nilai Ganjar Pranowo Sosok Yang Otentik & Konsisten
“Setiap hari biasanya saya yang meruncingkan (mengoroti) pensil anak. Saat harus pergi berbulan-bulan, saya sediakan pensil yang sudah diruncingkan sebanyak jumlah hari saya pergi. Begitu pula dengan amplop uang sakunya,” kenang Risma dengan nada haru.
Risma memberikan pesan pamungkas yang menjadi pengingat bagi seluruh perempuan yang mengejar karier maupun aktif di organisasi.
“Ada saatnya kita berada di dalam rumah. Di sana, kita bukan wali kota, bukan bupati, atau anggota DPR. Saat itulah, kita sepenuhnya adalah ibu dari anak-anak kita,” tegasnya.

















































































