Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri: Indonesia Perlu Lompatan Besar Saat Pertumbuhan Ekonomi Tertahan di 5 Persen

Targetnya, pertumbuhan harus mencapai 7 persen pada 2028 dan 8 persen pada 2029.

Rokhmin Dahuri: Indonesia Perlu Lompatan Besar Saat Pertumbuhan Ekonomi Tertahan di 5 Persen
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, mendorong terwujudnya lompatan ekonomi mandiri di tengah ketidakpastian global saat menjadi pembicara utama dalam Diskusi Ekonomi bertajuk Bangkitkan Ekonomi Mandiri di Tahun Kuda Api yang digelar di Himas Coffee, Cirebon..

“Di saat pertumbuhan ekonomi cenderung tertahan di kisaran 5 persen, kita perlu lompatan besar agar Indonesia bisa naik kelas. Targetnya, pertumbuhan harus mencapai 7 persen pada 2028 dan 8 persen pada 2029,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor tersebut dengan penuh optimisme, dikutip Jumat (27/2).

Dalam forum yang dihadiri kelompok pengusaha, pelaku UMKM, pegiat seni, kader PDI Perjuangan Cirebon, hingga tokoh-tokoh Tionghoa setempat itu, Rokhmin menegaskan arah ekonomi global saat ini penuh turbulensi. Ketegangan geopolitik, perang dagang, krisis ekologis berlapis (triple ecological crisis), serta disrupsi teknologi industri 4.0 membuat stabilitas ekonomi dunia semakin rapuh.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk bangkit, namun masih menghadapi tantangan daya saing yang tertinggal. Hal itu tercermin dari pendapatan per kapita yang baru mencapai sekitar 4.900 dolar AS per tahun, jauh di bawah standar negara maju yang berada di atas 14.000 dolar AS.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu memaparkan tiga strategi jangka pendek yang harus segera dijalankan. 

Pertama, mempertahankan industri dan unit usaha yang sudah ada agar tidak gulung tikar atau menurunkan produksi melalui skema subsidi, capacity building, serta stimulus yang tepat sasaran.

Kedua, mendorong pengembangan sektor ekonomi baru seperti Blue Economy, Green Economy, dan ekonomi digital berbasis Industry 4.0 sebagai sumber pertumbuhan masa depan.

Ketiga, meningkatkan produktivitas nasional sekaligus menyediakan lapangan kerja yang layak dan mensejahterakan, karena daya beli masyarakat hanya akan naik jika penghasilannya meningkat.

Pesan penutupnya menggema di ruangan: “Industri harus bertahan dan tumbuh, sektor baru harus lahir, dan rakyat harus mendapatkan pekerjaan yang bermartabat.”

Ia menegaskan bahwa ekonomi tidak boleh berjalan di tempat. Dengan komunikasi yang jujur, tata kelola yang rapi, serta kolaborasi lintas elemen, baik Cirebon maupun Indonesia dapat memperkuat fondasi menuju kemandirian ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

Diskusi semakin hidup dengan paparan Dennis Firmansjah, Presiden Komisaris PT Aditama Finance, yang menekankan pentingnya prinsip FAITH sebagai kunci sukses menghadapi tahun 2026. Peserta forum turut menyampaikan masukan terkait tantangan bisnis, transparansi pengelolaan keuangan negara, serta pentingnya menjaga kredibilitas agar akses pembiayaan semakin terbuka bagi pelaku usaha.

Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus momentum memperkuat solidaritas lintas komunitas. Semangat kebersamaan yang terbangun di Himas Coffee mencerminkan harapan baru bahwa dengan kolaborasi, keberanian, dan visi jangka panjang, ekonomi mandiri Indonesia dapat bangkit di tengah ketidakpastian global.

Quote