Ikuti Kami

Ruth Naomi: Mutualisme Perkebunan Tingkatkan Produktivitas Pertanian & Ekonomi Keluarga di Jayapura

Ruth: Melalui kerja gotong royong atau mutualisme perkebunan, kita bersama-sama dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

Ruth Naomi: Mutualisme Perkebunan Tingkatkan Produktivitas Pertanian & Ekonomi Keluarga di Jayapura
Anggota Komisi I DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Papua periode 2024–2029, Ruth Naomi Rumkabu dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di lokasi panen Kebun Binaan Koya Koso, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Papua periode 2024–2029, Ruth Naomi Rumkabu, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan swasembada pangan di daerah.

Ia hadir langsung dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di lokasi panen Kebun Binaan Koya Koso, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Dalam kegiatan yang berlangsung Ruth Naomi menekankan pentingnya kerja gotong royong atau yang ia sebut sebagai "mutualisme perkebunan" sebagai strategi nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi keluarga di tingkat akar rumput.

"Melalui kerja gotong royong atau mutualisme perkebunan, kita bersama-sama dapat meningkatkan ekonomi keluarga melalui distribusi hasil perkebunan dengan jalan mendekatkan peran pelaku pasar pada pusat-pusat produksi pertanian. Apa yang kita lakukan bersama ini adalah bagian dari pencerminan sikap gotong royong sebagai wujud implementasi nilai-nilai nasionalisme yang terkandung di dalam Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Ruth Naomi saat memberikan motivasi dan arahan kepada kelompok warga serta para petani yang hadir dikutip Minggu (8/3).

Kehadiran anggota DPR RI tersebut disambut dengan penuh antusias oleh warga dan kelompok tani setempat. Salah seorang warga yang hadir mengungkapkan kegembiraan dan rasa harunya dapat bertatap muka langsung dengan seorang wakil rakyat yang dinilai peduli terhadap kehidupan masyarakat.

"Kami bahagia sekali, bangga dan terharu dapat bertemu langsung dengan seorang wakil rakyat yang menaruh perhatian langsung kepada masyarakat. Harapan kami, melalui kunjungan dan sosialisasi yang dilakukan, Pemerintah dapat memberikan perhatian dan dukungan dalam pengelolaan produktivitas hasil-hasil pertanian yang dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan sayur mayur," ungkap salah satu warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya warga biasa, perwakilan petani peserta sosialisasi pun menyuarakan harapan serupa. Mereka meminta perhatian pemerintah secara berkesinambungan, khususnya dalam hal penyediaan subsidi pupuk, obat-obatan pertanian, dan bibit sayuran. Dukungan tersebut dinilai sangat penting untuk membantu petani dengan pendapatan menengah ke bawah agar pemerataan pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Momen sosialisasi semakin meriah saat Ruth Naomi turun langsung ke lahan untuk memanen sayuran yang telah siap dipetik dan dipasarkan. Ia pun menegaskan bahwa aspirasi yang diterimanya akan diteruskan kepada komisi dan kementerian terkait guna membangun ekosistem agrokultural yang terintegrasi.

"Hal-hal lainnya akan kami sampaikan kepada komisi dan kementerian terkait sehingga peningkatan komoditas hasil-hasil pertanian yang baik dan sehat dapat saling terhubung menciptakan ekosistem agrokultural mulai dari penyediaan lahan, pemupukan, pembibitan, perawatan, panen, hingga pemasaran," ucapnya.

Di sisi lain, sejumlah pedagang dan penjual sayur yang turut hadir mengaku mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan ini. Mereka dapat membeli sayuran segar langsung dari kebun dengan harga yang lebih terjangkau. Namun demikian, mereka berharap pemerintah tetap memperhatikan kelancaran distribusi pemasaran, termasuk ketersediaan sarana transportasi dan penetapan harga satuan yang tidak memberatkan petani maupun pedagang.

Menutup rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut, Ruth Naomi memberikan apresiasi kepada pihak Gereja dan pemerintah setempat yang dinilai telah konsisten memberikan pendampingan dan pembinaan bagi peningkatan produktivitas kebun. Ia pun membuka wacana pengembangan kawasan kebun sayur Koya Koso sebagai destinasi agrowisata, di mana masyarakat dapat berbelanja sayuran segar sambil menikmati suasana perkebunan di Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Quote