Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Dapil XI Jawa Timur, Said Abdullah, menyoroti masih tingginya angka rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Madura.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya sekitar 71 persen rumah di Madura yang masuk kategori layak huni. Artinya, sekitar 29 persen sisanya masih masuk kategori tidak layak.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan persoalan mendasar di sektor perumahan yang membutuhkan perhatian serius. Apalagi secara nasional, angka backlog perumahan masih menyentuh 15 juta unit, sedangkan jumlah rumah tidak layak huni mencapai 43,3 juta unit.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Rumah adalah kebutuhan dasar setiap keluarga. Di sanalah sejarah keluarga ditorehkan dan harapan dibangun. Karena itu, negara harus hadir membantu masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni, terutama kelompok ekonomi paling rentan," ujar Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2026).
Sebagai bentuk kepedulian konkret, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut memutuskan untuk mengalokasikan seluruh dana resesnya pada periode ini demi membantu renovasi rumah warga kurang mampu di Kabupaten Sumenep.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Rabu (22/7/2026) di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep. Program ini menyasar masyarakat di lima desa yang tersebar di Kecamatan Talango, meliputi 19 dusun.
Dusun-dusun penerima bantuan tersebut di antaranya:
- Dusun Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana.
- Dusun Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru.
- Dusun Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak.
- Dusun Ellong, Andun, dan Jamaleng.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Said menjelaskan bahwa penerima bantuan merupakan warga yang tergolong dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 3 (kategori sangat miskin, miskin, dan hampir miskin) berdasarkan data pemerintah. Untuk memastikan ketepatan sasaran, tim lapangan turut melakukan verifikasi kondisi fisik rumah secara langsung sebelum bantuan dikucurkan.
"Saya ingin dana reses benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, seluruh anggaran reses pada periode ini saya salurkan untuk membantu warga memperbaiki rumah agar lebih layak ditempati," tegas Said.
Guna memastikan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan bantuan, tim pendamping diterjunkan ke lapangan untuk mengawal proses renovasi hingga selesai. Langkah ini juga menjadi bentuk transparansi dan tanggung jawab moral Said sebagai wakil rakyat dalam mengelola dana reses DPR RI.

















































































