Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali memaknai Pancasila sebagai pedoman hidup dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan lewat tindakan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan.
"Hari Lahir Pancasila harus mengingatkan kita kembali bahwa dasar negara kita bertujuan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, serta menuntaskan kemiskinan. Semua itu wajib berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa," ujar Samuel saat dihubungi rri.co.id, Senin (1/6).
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Samuel menilai Sila Pertama sebagai fondasi krusial dalam berbangsa. Menurutnya, semua agama mengajarkan kesetaraan, toleransi, dan kepedulian yang kemudian dijabarkan pada sila-sila berikutnya demi mencapai keadilan sosial.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Samuel mengingatkan pentingnya memperkuat pemahaman Pancasila pada generasi muda. Tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar masuknya ideologi asing, melainkan minimnya pendalaman makna dari tiap sila di tengah kondisi banjir informasi (over information).
Oleh karena itu, Samuel menggarisbawahi beberapa poin penting yang harus diubah dalam pola penanaman nilai Pancasila:
Bukan Sekadar Formalitas: Pancasila jangan sampai berhenti sebagai rangkaian kata-kata tanpa dipahami maknanya.
Pancasila tidak boleh bertumpu di sekolah saja. Lingkungan keluarga dan masyarakat memegang peran vital dalam menanamkan nilai kebangsaan.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN
Relevansi Zaman: Indonesia punya fondasi yang kuat menghadapi masa depan, tetapi kekuatan itu baru bermakna jika diterjemahkan dalam aksi nyata.
"Kalau kita punya dasar Pancasila tetapi tidak mampu menguraikannya dalam tindakan, maknanya tidak akan merasuk dalam kehidupan masyarakat." Kata Samuel JD Wattimena.
Ia mencontohkan, makna 'Ketuhanan Yang Maha Esa' hingga 'Keadilan Sosial' harus diwujudkan melalui aksi yang mendorong lahirnya masyarakat mandiri, sejahtera, dan saling menghormati.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, Samuel berharap seluruh elemen bangsa dapat menjadikan nilai-nilai dasar negara tersebut sebagai tameng penguat persatuan sekaligus motor untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia di masa depan.

















































































