Jakarta, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan atas Pidato Kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Andreas mengapresiasi berbagai pencapaian strategis yang dipaparkan kepala negara, khususnya pada kinerja ekonomi semester I-2026.
Meski demikian, ia memberikan catatan kritis agar deretan capaian statistik tersebut benar-benar sejalan dengan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Baca:
"Pemerintah menyampaikan banyak capaian dan kemajuan yang bagus. Namun, persoalan utamanya terletak pada korelasi antara apa yang dicapai di atas kertas dan apa yang dirasakan oleh warga di lapangan. Masyarakat yang akan memberikan penilaian riil terhadap dampak tersebut," ujar Andreas seusai menghadiri sidang paripurna di Kompleks Parlemen.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan berdurasi lebih dari 1,5 jam. Dalam pidatonya, Presiden memaparkan sejumlah indikator keberhasilan pembangunan nasional, di antaranya capaian swasembada pangan, implementasi kebijakan mandiri energi B50, serta groundbreaking proyek gas abadi Masela.
Di sektor sosial dan pendidikan, pemerintah melaporkan kemajuan program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi fasilitas sekolah, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga pembangunan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Dalam bidang investasi dan ketenagakerjaan, Presiden mengumumkan realisasi investasi sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp1.931 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2,7 juta orang. Sementara pada periode Januari–Juni 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.010 triliun dan membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Presiden Prabowo melaporkan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026 dan secara komulatif mencapai 5,45 persen pada semester I-2026. Capaian ini diklaim sebagai laju pertumbuhan ekonomi tertinggi untuk tingkat kuartalan dan semesteran dalam 13 tahun terakhir.
Pemerintah optimistis daya tahan ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik global akan mampu menopang target pertumbuhan ekonomi hingga menyentuh angka 6 persen pada akhir tahun 2026.

















































































