Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, mengapresiasi langkah pemerintah yang merilis kebijakan paket stimulus ekonomi di sektor transportasi publik.
Kebijakan ini diharapkan mampu memicu gairah belanja dan menaikkan konsumsi masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah.
Pemerintah meluncurkan sejumlah stimulus transportasi strategis yang mencakup beberapa poin berikut:
- Diskon tiket kereta api hingga 30% serta diskon tarif kapal Pelni selama musim libur sekolah dan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di akhir tahun 2026.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Demokrasi Harus Dirawat Dengan Baik!
- Insentif PPN tiket penerbangan kelas ekonomi untuk rute domestik, yang juga berlaku selama musim libur sekolah dan libur Nataru 2026.
- Pembebasan tarif (free) jasa kepelabuhanan untuk layanan penyeberangan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
- Diskon airport tax (Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara/PJP2U) dan PJP4U masing-masing sebesar 50%.
Sofwan menilai intervensi berupa diskon dan insentif ini sangat tepat momentumnya untuk menggerakkan kembali roda perekonomian yang sedang melambat.
"Saya mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi," ujar Sofwan dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa pemberlakuan stimulus pada musim liburan merupakan strategi yang jitu. Secara psikologis, naluri konsumtif masyarakat cenderung meningkat drastis pada masa-masa tersebut.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN
Berdasarkan informasi yang diterimanya, stimulus ini ditargetkan mampu menggerakkan jutaan warga kelas menengah untuk melakukan perjalanan domestik.
"Setidaknya, kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli yang sempat merosot," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sofwan mengingatkan bahwa kelompok kelas menengah memegang peran krusial sebagai motor penggerak utama perekonomian nasional. Jika konsumsi mereka terjaga, stabilitas ekonomi makro pun akan ikut aman.
"Ketahanan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada stabilitas belanja konsumsi kelas menengah. Diskon dan insentif di sektor transportasi ini, menurut saya, menjadi salah satu upaya nyata untuk menstabilkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

















































































