Ikuti Kami

Dorong Efektivitas Desa Binaan Imigrasi, Paolus Hadi Soroti Keterbatasan SDM dan Anggaran

Paolus Hadi meminta Kantor Imigrasi berkolaborasi dengan pemda

Dorong Efektivitas Desa Binaan Imigrasi, Paolus Hadi Soroti Keterbatasan SDM dan Anggaran
​Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Paolus Hadi.

Sanggau, Gesuri.id – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau menggelar talkshow sosialisasi Desa Binaan Imigrasi bertajuk "Cerdas Berimigrasi, Aman Terlindungi Melalui Desa untuk Indonesia" di Aula Hotel Sanggau, Kabupaten Sanggau, Selasa (11/8).

​Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Paolus Hadi, yang hadir sebagai narasumber utama menekankan pentingnya penguatan program Desa Binaan Imigrasi agar dampaknya benar-benar terasa secara maksimal di daerah, khususnya di tingkat tapak.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Paolus Hadi membeberkan sejumlah tantangan nyata di lapangan, salah satunya terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan dukungan anggaran operasional Imigrasi.

​"Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, saya memiliki tugas untuk mendiskusikan permasalahan ini lebih lanjut di tingkat nasional. Jika kita lihat kondisi di lapangan, jumlah SDM dari pihak Imigrasi memang masih terbatas," ujar Paolus Hadi.

​Ia menambahkan, keterbatasan tersebut membutuhkan dukungan personel tambahan serta alokasi anggaran yang memadai agar penyebaran informasi keimigrasian dapat menjangkau masyarakat desa secara utuh.

​"Kalau mau program ini berjalan maksimal hingga ke tingkat desa—yang tentu dikoordinasikan oleh para camat—butuh dukungan anggaran agar informasinya benar-benar sampai ke masyarakat," tegas mantan Bupati Sanggau tersebut.

​Guna mengoptimalkan pengawasan serta edukasi keimigrasian, Paolus Hadi meminta Kantor Imigrasi untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau serta pemangku kepentingan (stakeholders) lokal.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​"Saya meminta Kantor Imigrasi berkolaborasi dengan pemda, seperti Kesbangpol, camat, hingga kepala desa. Tidak hanya itu, keterlibatan organisasi kepemudaan, masyarakat adat, serta lembaga adat juga sangat penting agar proses pengawasan dan edukasi di lapangan menjadi lebih mudah," pungkasnya.

​Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk 37 Desa Binaan Imigrasi di wilayah Kalbar dengan didukung 39 Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa). Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring tingginya kebutuhan edukasi keimigrasian bagi warga di wilayah perbatasan.
 

Quote