Ikuti Kami

Sturman Panjaitan Apresiasi BP Batam di Tahun 2027 Tak Lagi Andalkan Tambahan Dana APBN

Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pengelolaan kawasan ekonomi strategis yang patut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Sturman Panjaitan Apresiasi BP Batam di Tahun 2027 Tak Lagi Andalkan Tambahan Dana APBN
Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, memberikan apresiasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam yang pada tahun anggaran 2027 tidak lagi mengandalkan tambahan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjalankan kegiatan rutinnya. 

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pengelolaan kawasan ekonomi strategis yang patut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi kalau BP Batam sudah tidak mengharapkan lagi anggaran dari negara untuk kegiatan rutinnya selama tahun 2027. Ini adalah berita yang sangat membanggakan dan menyenangkan,” kata Sturman dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan BP Batam di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, dikutip Minggu (21/6/2026).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai keberhasilan BP Batam menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan ekonomi dapat dilakukan secara profesional dan produktif hingga mampu menopang kebutuhan operasional secara mandiri. Karena itu, menurutnya, capaian tersebut layak menjadi referensi bagi badan pengusahaan maupun kawasan ekonomi khusus lainnya di tanah air.

“Ini patut diikuti oleh badan-badan pengusahaan yang lain maupun kawasan ekonomi khusus yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sturman juga mengapresiasi kekompakan jajaran pimpinan BP Batam yang hadir secara lengkap dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI. Menurutnya, hal itu mencerminkan keseriusan dan komitmen institusi dalam menjalankan tugas pengelolaan kawasan.

Sebagai warga Batam, Sturman mengaku bangga melihat perkembangan pembangunan yang terus berlangsung di daerah tersebut. Ia menilai kemajuan infrastruktur jalan menjadi salah satu keunggulan Batam dibandingkan banyak daerah lainnya. Meski demikian, ia mengingatkan masih ada sejumlah persoalan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Salah satu yang disorotinya adalah peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir akibat tingginya curah hujan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan yang masif harus dibarengi dengan sistem saluran air yang memadai agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Selain itu, Sturman mendorong BP Batam untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta berbagai potensi kawasan yang hingga kini dinilai masih belum tergarap secara maksimal. Ia meyakini pertumbuhan ekonomi dan surplus pendapatan kawasan dapat meningkat apabila seluruh potensi tersebut dimanfaatkan dengan baik.

“Masih banyak yang belum kita berdayakan. Kalau semua wilayah dan kemudahan yang dimiliki Batam dimanfaatkan sebesar-besarnya, saya yakin capaian yang diraih bisa lebih tinggi lagi,” ungkapnya.

Sturman juga menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di Kota Batam. Menurutnya, penanganan masalah tersebut akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi dan destinasi wisata unggulan nasional.

Di sisi lain, ia mengusulkan pembangunan jalan lingkar atau ring road yang menghubungkan berbagai wilayah di Batam. Keberadaan jalan alternatif tersebut dinilai penting untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di kota yang memiliki posisi strategis tersebut.

“Batam memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, pengelolaannya harus terus ditingkatkan agar menjadi model keberhasilan yang bisa ditiru oleh kawasan ekonomi dan badan pengusahaan lainnya di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Quote