Ikuti Kami

Sujiwo Ungkap Makna Filosofis Benteng Mangrove dan Bundaran Gaforaya

Menurutnya, pembangunan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha di sekitar lokasi. 

Sujiwo Ungkap Makna Filosofis Benteng Mangrove dan Bundaran Gaforaya
Bupati Kubu Raya Sujiwo.

Jakarta, Gesuri.id -  Bupati Kubu Raya Sujiwo memaparkan makna filosofis pembangunan Benteng Mangrove dan Bundaran Gaforaya yang menjadi ikon baru Kabupaten Kubu Raya. 

Menurutnya, pembangunan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha di sekitar lokasi. 

Sujiwo menjelaskan, nama Bundaran Gaforaya merupakan singkatan dari Gaia, FowerPoint, Astra, dan Yamaha, empat perusahaan yang berada di kawasan tersebut dan telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan. Selain itu, sejumlah perusahaan perkebunan di sekitar lokasi juga turut berpartisipasi.

Baca: Ganjar-Risma Pimpin Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana

"Pemerintah tidak memegang dana satu rupiah pun. Semua langsung ditransfer kepada pelaksana dan akan dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik,” tegas Sujiwo.

Sujiwo mengungkapkan filosofi Benteng Mangrove sebagai simbol pelestarian alam. Mangrove, menurutnya, adalah benteng alami yang melindungi daratan dari hempasan ombak dengan mengorbankan akar, batang, dan daunnya.

"Itulah simbol kami, saya bersama Wakil Bupati dan seluruh jajaran, siap mengorbankan jiwa raga untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Di kawasan tersebut juga terdapat simbol tunas kelapa yang melambangkan kebermanfaatan. Sebagaimana pohon kelapa yang seluruh bagiannya berguna, Sujiwo berharap kehadiran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Sujiwo juga menjelaskan detail simbolik bangunan, mulai dari tinggi tugu 20,7 meter yang melambangkan tahun berdirinya Kubu Raya 2007, tujuh benteng yang menandakan bulan pembentukan yakni Juli, hingga 17 kotak taman yang merepresentasikan tanggal berdirinya Kubu Raya, 17 Juli 2007.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap Bundaran Gaforaya dan Benteng Mangrove tersebut. Selain itu, ia meminta Dinas PUPR dan instansi terkait untuk terus menjaga kebersihan dan kondisi kawasan.

"Insyaallah satu bulan lagi, paling lambat satu setengah bulan, pembangunan ini akan tuntas finishing-nya,” kata Sujiwo.

Quote