Sikka, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau yang akrab disapa Robi Idong yang juga menjabat Bupati Sikka periode 2018-2023, menegaskan bahwa tidak adanya keterwakilan anggota DPRD Sikka dari PDI Perjuangan di pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Sikka (AKD) mulai dari Pimpinan Komisi, Pimpinan BK (Badan Kehormatan) DPRD Sikka dan Pimpinan Bappenperda merupakan bagian dari demokrasi dan tidak berdampak pada kepemimpinannya.
Baca: PDI Perjuangan: Dunia Harus Bersatu Hentikan Rusia-Ukraina
Hal ini diungkapkan Robi Idong di hadapan sejumlah awak media saat ditemui dikediamanya di jalan lingkar luar desa lepolima kecamatan Alok timur, Sikka NTT.
“Itu demokratis, Saya tidak punya kepentingan, mau Ketua mereka semua tidak apa apa kita tetap kerja dalam kebenaran. Mau siapa Ketua itu demokrasi, Silahkan,” ungkap Pria yang akrab disapa Robi idong itu, Kamis (17/2).
Terkait komposisi pimpinan alat kelengkapan (AKD) DPRD Sikka yang satupun tidak diisi partai PDI Perjuangan sebagai partai pemenangan pemilu Robi Idong menegaskan bahwa tidak pernah menggalang kekuatan politik untuk merebut AKD meski partai besutannya adalah pemenang Pemilu legislatif di kabupaten Sikka.
“Saya juga tidak menggalang kekuatan, bebas malah saya lebih senang fungsi kontrol dari DPRD Sikka itu kuat terhadap pemerintah. Jadi Saya memang sengaja biarkan, memang membiarkan karena tidak ada kepentingan,” tegasnya.
Baca Basarah: Kisruh Rusia-Ukraina Bukti Pidato Bung Karno Benar
Lanjutnya, lebih baik partainya berada di pinggiran agar fight dalam kontrol sehingga tidak perlu harus menduduki jabatan alat kelengkapan DPRD Sikka yang penting kualitas mereka diperlukan. Bukan jabatan dalam AKD.
"Itu tidak penting, yang penting mereka adalah legislator yang kuat, hebat, mengerti, memahami semua persoalan dan bisa berjuang untuk kepentingan rakyat," pungkasnya. Dilansir dari sikkafaktahukumnttcom.