Jakarta, Gesuri.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiaga dan menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi berbagai potensi dan dampak saat musim kemarau.
“Dalam menghadapi kondisi ini, saya tidak ingin seluruh jajaran baru bergerak setelah persoalan terjadi. Setiap perangkat daerah harus memahami potensi dampak sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, menyiapkan sumber daya, dan memastikan langkah mitigasi dapat langsung dijalankan,” kata Pramono saat menjadi pembina Apel Jaga Jakarta dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau di Monas, Rabu.
Untuk itu, Pramono menekankan seluruh jajaran dapat memastikan kesiapan hingga ke tingkat wilayah.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Pramono juga meminta para jajarannya mengenali karakter dan kondisi wilayah masing-masing hingga mengidentifikasi kebutuhan masyarakat agar dukungan sumber daya dapat disiapkan.
“Kedua, memastikan pelayanan air bersih berjalan dengan cepat dan tepat. Pastikan ketersediaan sumber air lainnya, sarana distribusi, dan personel tetap terjaga. Berikan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Pramono.
Ketiga, Pramono meminta untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
Ia berpesan agar para jajaran dapat membangun kerja sama lintas sektor yang solid di lapangan agar komunikasi berjalan efektif, serta seluruh unsur dapat bergerak bersama secara cepat dan efisien.
Kemudian, Pramono ingin jajaran menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya kerja dan tanggung jawab bersama.
“Ke depan, sinergi bersama segenap unsur Forkopimda terus diperkuat dalam menghadapi dampak musim kemarau dengan melakukan pengawasan titik rawan kebakaran, pengawasan stok pangan, serta meningkatkan edukasi mengenai bahaya arus pendek listrik di permukiman padat penduduk,” ungkap Pramono.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau terjadi pada Agustus sampai September mendatang, dengan fenomena El Nino yang masih berlangsung hingga awal tahun 2027.
Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kekeringan, kebakaran, penurunan kualitas udara, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
Pada saat yang sama, musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.
Untuk itu, apel ini dilakukan agar seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap untuk menghadapi musim kemarau.

















































































