Jakarta, Gesuri.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai peluncuran aplikasi Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 oleh Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta merupakan langkah penting untuk mewujudkan keterbukaan informasi yang semakin mudah, efektif, transparan, dan akuntabel.
“Dengan adanya aplikasi E-Monev ini, proses monitoring dan evaluasi diharapkan semakin mudah, efektif, transparan, dan akuntabel," tutur Pramono dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Dia juga mengajak seluruh badan publik untuk bersama-sama meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik.
"Mari kita wujudkan Jakarta yang terbuka, dipercaya, dan siap mendunia,” ujar Pramono.
Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua KI DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat mengatakan E-Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 memiliki kekhususan dengan memberikan perhatian pada keterbukaan informasi mengenai gerakan pilah dan kelola sampah.
“Ini menjadi tematik penilaian khusus yang akan dilihat dalam penyampaian informasi berkala, informasi serta-merta, maupun aspek digitalisasi,” kata Harry.
Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak
Menurut dia, tematik tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan diharapkan mendorong badan publik menyampaikan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penyelesaian isu strategis di Jakarta.
Sementara itu, Ketua Bidang Kelembagaan KI DKI Jakarta Aang Muhdi Gozali mengapresiasi partisipasi dan komitmen seluruh badan publik dalam mengikuti E-Monev 2026.

















































































