Jakarta, Gesuri.id ,- Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi longsor sampah yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Peristiwa tersebut dilaporkan menelan total 13 korban, dengan tujuh orang di antaranya meninggal dunia.
Shanty menilai kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa persoalan pengelolaan sampah di Indonesia tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan yang konvensional dan parsial.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Menurutnya, tragedi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
“Kami dari Komisi XII DPR RI menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi longsor sampah di TPA Bantar Gebang yang menelan total 13 korban, dengan tujuh orang di antaranya meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara-cara lama dan perlu segera dibenahi secara serius,” ujar Shanty kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Dirinya menekankan bahwa sistem pengelolaan sampah nasional membutuhkan pembaruan yang lebih terintegrasi, mulai dari pengurangan sampah di sumber, peningkatan kapasitas pengolahan, hingga penerapan teknologi pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Menurut Shanty, peristiwa di Bantar Gebang juga menunjukkan pentingnya aspek keselamatan bagi para pekerja dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tempat pembuangan akhir.
Ia meminta pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan standar keamanan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional pengelolaan sampah.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
“Mengingat permasalahan sampah telah menjadi perhatian Presiden, maka kejadian ini perlu menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan serta penguatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, demi keselamatan masyarakat dan para pekerja yang beraktivitas di sekitar TPA,” katanya.
Shanty juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan.
Ia berharap insiden ini dapat menjadi titik balik bagi upaya perbaikan tata kelola sampah di Indonesia agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

















































































