Ikuti Kami

Untari Siap Fokus Perkuat Tata Kelola Koperasi Profesional dan Adaptif Zaman

Untari menegaskan fokus utama pengurusannya adalah memperkuat tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan mampu beradaptasi.

Untari Siap Fokus Perkuat Tata Kelola Koperasi Profesional dan Adaptif Zaman
Ketua Umum Koperasi Konsumen (Kopmen) Setia Budi Wanita (SBW) Malang periode 2026–2029, Sri Untari Bisowarno.

Jakarta, Gesuri.id - Sri Untari Bisowarno terpilih kembali sebagai Ketua Umum Koperasi Konsumen (Kopmen) Setia Budi Wanita (SBW) Malang periode 2026–2029.

Pada kepemimpinan mendatang, Untari menegaskan fokus utama pengurusannya adalah memperkuat tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Untari terpilih dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula Kendedes, Kantor Pusat SBW Malang, Jumat (20/2).

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur itu menyatakan koperasi harus mampu merespons tantangan ekonomi yang semakin kompleks, terutama di tengah percepatan transformasi digital.

“Kita harus memastikan SBW tetap relevan di tengah perubahan. Digitalisasi sistem pelayanan, peningkatan kapasitas anggota, serta penguatan manajemen risiko akan menjadi prioritas kami,” ujar Untari, dikutip Senin (23/2/2026).

Menurut Untari, penguatan tata kelola menjadi kunci agar koperasi tetap sehat, akuntabel, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Koperasi SBW yang memiliki sekitar 8.000 anggota tersebut mencatatkan omzet Rp85 miliar sepanjang 2025. Meski belum mencapai target Rp90 miliar, pihaknya tetap optimistis melalui strategi pembukaan unit usaha baru sekaligus evaluasi terhadap unit usaha yang kurang produktif.

“Salah satu penyebabnya karena pada 2024 kami menutup unit usaha yang tidak bisa bersaing. Tahun ini kami membuka unit usaha baru berupa kafe, dan alhamdulillah sudah memberikan keuntungan,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Selain itu, SBW juga membagikan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp1,6 miliar kepada anggota sebelum pajak.

Baca: Ganjar Minta Dana Pemda yang Mengendap di Perbankan

Untari menambahkan, koperasi yang dipimpinnya juga aktif mendukung penguatan ekosistem koperasi melalui program pendampingan. Hingga kini, SBW telah menjadi “kakak asuh” bagi sekitar 390 koperasi di Kabupaten Malang.

“Kami sangat terbuka dengan program penguatan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih. Saat ini SBW sudah mendampingi ratusan koperasi agar bisa tumbuh bersama,” tegasnya.

Ia berharap penguatan tata kelola dan inovasi usaha mampu menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat yang tetap kompetitif di tengah perubahan ekonomi global.

Quote