Ikuti Kami

Utang BUMN Karya Menumpuk, Darmadi Durianto: Mandeknya Proyek JTTS dan Ambisi Masa Lalu

Komisi VI DPR RI menemukan adanya ketidakseimbangan antara target pembangunan dan kapasitas finansial perusahaan.

Utang BUMN Karya Menumpuk, Darmadi Durianto: Mandeknya Proyek JTTS dan Ambisi Masa Lalu
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menyoroti mandeknya sejumlah proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) dan menilai ambisi pembangunan di masa lalu menjadi penyebab utama menumpuknya utang BUMN karya.

“Nah, tadi Perusahaan-perusahaan karya (Hutama Karya dan Waksita Karya) melakukan perubahan-perubahan aksi korporasi, disiplin keuangan dilakukan, penjualan aset-aset tadi ada yang dijual ke Bakri dan sebagainya itu memang bagian daripada program agar menyehatkan perusahaan,” ujar Darmadi, dikutip Senin (13/4/2026).

Komisi VI DPR RI menemukan adanya ketidakseimbangan antara target pembangunan dan kapasitas finansial perusahaan, yang membuat BUMN karya terseret dalam beban utang dan bergantung pada Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dari paparan mitra, DPR mencatat beban utang yang menumpuk kini mengganggu arus kas perusahaan, sehingga berisiko terhadap stabilitas hingga keberlangsungan operasional BUMN yang menggarap proyek strategis tersebut.

Situasi ini memaksa manajemen perusahaan melakukan langkah korektif, termasuk pengetatan disiplin keuangan dan aksi korporasi seperti penjualan aset untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Namun demikian, DPR mengingatkan bahwa langkah penyelamatan tersebut tidak boleh mengulang kesalahan yang sama di masa depan.

Darmadi menegaskan, pengawasan ke depan akan difokuskan pada pencegahan kebijakan yang melampaui kapasitas keuangan perusahaan.

Ia juga mengingatkan agar BUMN karya tidak lagi memaksakan ambisi pembangunan tanpa perhitungan yang matang.

"Jika tidak, proyek strategis seperti JTTS berpotensi terus menjadi beban, bukan pendorong pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Quote