Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 membawa pesan optimisme mengenai capaian pemerintah.
Namun, ia mengingatkan perjalanan bangsa dalam menyelesaikan berbagai persoalan masih panjang.
Utut menyebut pidato kenegaraan Prabowo menunjukkan sejumlah kabar baik sekaligus fakta mengenai program pemerintah yang telah berjalan. Meski demikian, ia mengibaratkan perjalanan tersebut sebagai long march yang membutuhkan konsistensi.
“Pidato tadi memberikan semangat, optimisme. Ada hal yang sangat baik menurut saya, menunjukkan fakta juga,” kata Utut seusai menghadiri sidang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Utut, pemerintah perlu memastikan berbagai kebijakan yang telah diputuskan benar-benar terlaksana di lapangan.
Pengawasan terhadap eksekusi program dinilai menjadi bagian penting agar kebijakan tidak berhenti pada tataran perencanaan.
Ia juga menilai sejumlah capaian pemerintah patut diapresiasi. Hal tersebut terlihat dari berbagai fakta yang disampaikan Presiden dalam pidatonya, termasuk keberhasilan program yang dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.
“Yang paling penting adalah pengawasan eksekusi program-program di lapangan,” ujarnya.
Utut menilai pemerintah telah menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan sejumlah agenda transformasi. Namun, capaian tersebut tetap perlu dikawal agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo menyampaikan pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan masa pemerintahan.
Prabowo mengatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, termasuk masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, angka tersebut menunjukkan pemerintah rata-rata mengambil satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
Presiden juga menekankan kesungguhan jajaran kabinet dalam menjalankan program pemerintah. Ia menyebut sejumlah menteri dan pembantunya bahkan mengalami gangguan kesehatan karena bekerja keras menjalankan tugas pemerintahan.
“Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin,” ujar Prabowo.

















































































