Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menyarankan agar tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diterapkan secara terjangkau dan terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Jadi, yang penting sekarang bukan hanya LRT-nya selesai, tetapi bagaimana LRT terhubung dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda transportasi lainnya,” kata Wa Ode Herlina di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Menurut Wa Ode, beroperasinya LRT sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan waktu tempuh sekitar 28 menit harus diikuti dengan konektivitas yang baik dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, serta moda transportasi lainnya.
Karena itu, ia mendorong penguatan jaringan Mikrotrans sebagai angkutan penghubung atau feeder menuju stasiun LRT, termasuk pengembangan fasilitas park and ride di kawasan Manggarai. Fasilitas tersebut dinilai dapat menjadi insentif bagi masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi publik.
“Kalau tarifnya dibuat terjangkau atau flat dan terintegrasi dengan perjalanan transportasi umum, ini bisa menjadi salah satu insentif agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi,” ucap Politikus PDI Perjuangan itu.
Wa Ode mengatakan, besaran tarif integrasi juga perlu mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kebutuhan subsidi pelayanan publik atau Public Service Obligation (PSO). Dengan demikian, tarif tetap terjangkau tanpa mengganggu keberlanjutan layanan transportasi.
Selain itu, Wa Ode mendorong kajian terkait keterlibatan Danantara dalam pembiayaan infrastruktur transportasi. Menurutnya, opsi tersebut dapat dikaji untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBD secara berlebihan.
“Yang paling penting sekarang adalah integrasi. LRT, Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya harus terasa sebagai satu sistem bagi masyarakat, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Seperti diketahui, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi setelah Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan tambahan jaringan transportasi ibu kota tersebut pada Rabu (16/9). Proyek senilai Rp12,1 triliun itu didanai melalui APBD DKI Jakarta dan dikerjakan PT Jakpro.
Pemprov DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp8 selama delapan hari pertama, sebelum menerapkan tarif flat sementara sebesar Rp5 ribu. Sementara itu, tarif resmi LRT akan diputuskan pada Oktober 2026.
Wa Ode meminta penetapan tarif resmi nantinya tetap memperhatikan kemampuan masyarakat sehingga layanan LRT dapat menjadi bagian dari sistem transportasi publik yang terjangkau dan terintegrasi di Jakarta.

















































































