Ikuti Kami

Ruang Politik Harus Terbuka, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Dorong Generasi Muda Ambil Peran

Yunus menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas antusiasme anak-anak muda.

Ruang Politik Harus Terbuka, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Dorong Generasi Muda Ambil Peran
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus H. Takandewa

Kupang, Gesuri.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus H. Takandewa, menegaskan pentingnya membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berekspresi, menyampaikan gagasan, serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

​Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri NTT Merah-Muda Fest 2026 di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan NTT, Kupang, Sabtu (31/10).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan NTT, Raymundus Penana Nuba (Rudy Tokan), bersama Sien Moi selaku Ketua Panitia ini, dihadiri oleh berbagai kalangan muda dari organisasi kepemudaan (OKP) dan kelompok Cipayung Plus Kota Kupang.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Yunus menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas antusiasme anak-anak muda. Menurutnya, kehadiran generasi muda bukan sekadar memeriahkan festival, melainkan momentum membangun tradisi dialog dan kesadaran politik yang terbuka.

​Ia lantas mengenang pesan historis Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, serta kilas balik gerakan reformasi yang membuktikan bahwa perubahan besar selalu lahir dari keberanian generasi muda menyuarakan aspirasi.

​"Semangat anak muda adalah semangat perubahan," ujar Yunus menegaskan.

​Ia menambahkan, nilai-nilai Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan, melainkan harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata, termasuk partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.

​Yunus berpandangan bahwa PDI Perjuangan harus terus merangkul kreativitas dan karakter kaum muda. Politik, kata dia, tidak boleh lagi ditampilkan dengan wajah yang kaku, formal, dan penuh protokoler.

​Sebaliknya, panggung politik harus menjadi ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan inovasi, motivasi, serta gagasan kritis mereka.

​Ia bahkan menantang panitia agar NTT Merah-Muda Fest dapat diselenggarakan secara rutin dengan skala yang lebih besar dan melibatkan massa yang lebih masif.

​"Saya ingin acara ini digelar lagi dengan lebih meriah. Halaman ini harus dipenuhi oleh orang-orang muda," ungkapnya.

​Lebih lanjut, Yunus menghendaki agar gagasan segar dari anak muda mampu membentuk budaya politik yang sehat dan melahirkan watak kekuasaan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, didukung etika dan moral sebagai fondasi utama berdemokrasi.

​Di hadapan para peserta festival, Yunus juga berpesan agar generasi muda tidak apolitis atau menjauh dari politik hanya karena menganggapnya sebagai sesuatu yang kotor.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Ia mempertanyakan bagaimana masyarakat dapat berharap pada perubahan jika generasi mudanya justru enggan terlibat dalam ruang pengambilan keputusan.

​"Kalau menjauhi politik, sama dengan membiarkan kapal yang membangun bangsa dan daerah ini berjalan terseok-seok," tegasnya.

​Meski mendorong keterlibatan kaum muda di kancah politik, Yunus tetap mempersilakan mereka untuk menjaga sikap kritis terhadap partai maupun kekuasaan. Baginya, tradisi intelektual harus terus dirawat melalui keberanian berdialog, menguji gagasan, dan menyampaikan pandangan secara terbuka demi kemajuan bersama.

Quote