Ikuti Kami

Yulian Gunhar Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Minyak Imbas Konflik Iran-AS

Hal ini perlu diwaspadai mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak, termasuk dari kawasan Timur Tengah.

Yulian Gunhar Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Minyak Imbas Konflik Iran-AS
Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mengingatkan pemerintah agar segera mengantisipasi dampak lanjutan dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul serangan mendadak Israel ke Iran.

Menurut Gunhar, konflik di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia. Hal ini perlu diwaspadai mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak, termasuk dari kawasan Timur Tengah.

“Pemerintah harus bisa mengantisipasi kemungkinan melonjaknya harga minyak dunia. Kita ini masih negara yang bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah,” ujar Gunhar dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte 

Gunhar menyoroti kondisi Selat Hormuz yang kini berada dalam situasi tidak pasti setelah Iran disebut menutup jalur tersebut. Diketahui, Selat Hormuz melayani lebih dari 20% lalu lintas minyak global.

“Selat Hormuz itu jalur vital. Kalau terganggu, distribusi minyak dunia otomatis terdampak. Dampaknya akan langsung terasa pada ketersediaan bahan bakar dalam negeri,” kata Gunhar.

Politisi PDI Perjuangan (PDI-P) itu menekankan pemerintah perlu mewaspadai potensi lonjakan harga minyak dunia apabila gangguan distribusi berlangsung lama. Bahkan, sejumlah pakar energi memperkirakan harga bisa mendekati atau melampaui USD 100 per barel.

“Kalau gangguan di Selat Hormuz ini berkepanjangan, harga minyak bisa langsung mendekati bahkan melampaui 100 dolar per barel,” tegas Gunhar.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada pos subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

“Kenaikan harga minyak dunia sudah pasti akan menambah beban berat APBN kita, khususnya untuk subsidi BBM. Ini harus diantisipasi dari sekarang,” imbuhnya.

Ia juga mendesak pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, segera melakukan koordinasi lintas sektor guna menyiapkan langkah mitigasi.

“Kementerian Keuangan bersama kementerian terkait harus segera melakukan koordinasi lintas sektor untuk menyiapkan langkah mitigasi. Jangan sampai dampak perang di Timur Tengah ini meluas dan mengguncang perekonomian nasional,” tuturnya.

Quote