Medan, Gesuri.id — "Apa arti Pancasila ketika rakyat masih kesulitan mencari pekerjaan dan anak-anak terhambat mendapatkan pendidikan berkualitas?"
Pertanyaan menohok tersebut disampaikan oleh Anggota MPR/DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara bersama ratusan warga Medan Sunggal di Universitas Satya Terra Bhinneka, Medan, Rabu (12/8).
Anggota Komisi X DPR RI ini menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh sekadar menjadi bahan hafalan atau seremoni belaka. Nilai-nilai luhur tersebut harus hadir sebagai solusi nyata atas persoalan ekonomi dan pengangguran.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Empat Pilar ini harus kita rasakan dan perjuangkan. Ketika rakyat sulit dapat kerja dan sekolah, kita harus bertanya: apakah cita-cita keadilan sosial sudah benar-benar terwujud?" tegas Sofyan.
Sofyan menyoroti alokasi anggaran pendidikan yang diamanatkan minimal 20 persen dalam APBN. Ia mengingatkan kewajiban konstitusional negara untuk menjamin pendidikan dasar gratis, sejalan dengan Putusan MK Nomor 3/PUU-XXII/2024.
Secara khusus, ia menyentil polemik pengalihan sebagian dana pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski mendukung nutrisi anak, ia menolak keras jika program tersebut menggerus kebutuhan inti pendidikan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

"MBG itu penting, tapi jangan sampai memakan anggaran guru, perbaikan sekolah, beasiswa, hingga riset. Pendidikan tidak boleh dikorbankan," ujarnya.
Bagi politisi asal Sumatera Utara ini, pemenuhan hak pendidikan adalah wujud konkret dari pengamalan Empat Pilar. Ia membakar semangat para orang tua dan generasi muda Medan Sunggal agar tidak patah arang menghadapi tantangan ekonomi.
"Jangan pernah menganggap anak dari keluarga miskin tidak punya masa depan. Pendidikan adalah tangga untuk mengubah nasib. Kita memang tidak bisa memilih terlahir di mana, tetapi kita bisa berjuang menentukan masa depan," pungkasnya.

















































































