Ikuti Kami

01 Unggul di Darat dan Udara, 02 Unggul di Daya Gertak

Teritorial Paslon 01 tetap jauh lebih kuat dan setiap hari ada pergerakan.

01 Unggul di Darat dan Udara, 02 Unggul di Daya Gertak
Kedua Pasangan Capres & Cawapres.

Jakarta, Gesuri.id - Tim Kampaye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Daerah Istimewa Yogyakarta optimis dapat menenangkan pasangan-pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 dengan target suara sebanyak 70 persen. 

"Kami jarang bertemu dengan tim Prabowo di lapangan. Teritorial Paslon 01 tetap jauh lebih kuat dan setiap hari ada pergerakan. Sementara Paslon 02 sepertinya hanya nampak kuat dalam daya gertak, daya serang, dan daya hoaks", ujar Esti Wijayanti, anggota DPR RI dan caleg incumbent PDI Perjuangan kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hatso Kristiyanto saat Rapat Konsolidasi di DIY.

Target tersebut, kata Hasto, optimis dapat diraih berkat kerjasama yang baik antara seluruh Parpol KIK, Para Tokoh, dan relawan. Dia menegaskan bahwa kerja teritorial tetap harus terus dilakukan dan jangan pernah meremehakan kekuatan pergerakan dari kubu 02, sekalipun pigaknya jarang bertemu di lapangan.

"Meskipun survey Pak Jokowi-KH Maruf Amin selalu unggul dengan selisih di atas 20%, namun upaya memertebal kemenangan tetap harus dilakukan. Kemenangan itu dimulai dari setiap TPS. Karena itulah siapkanlah saksi dg baik dan terus perkuat pergerakan darat," tegas Hasto melalui keterangan tertulisnya, Minggu (17/3).

Menurut Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini, dengan jumlah saksi Parpol KIK yang jumlahnya berkisar antara 7 sampai 10 tersebut, maka meskipun tim paslon 02 punya daya gertak yang nampaknya kuat, namun hegemoni di langitan, udara dan darat menunjukkan dominasi kekuatan paslon 01 lebih mendominasi.

Hasto menyebutkan, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di udara sebanyak 63 persen baik itu melalui media televisi, media sosial, dan cetak. 

"Kekuatan teritorial, paslon Jokowi paling banyak punya kepala daerah, pimpinan dewan dan anggota dewan hingga caleg. Ini adalah kekuatan dahyat yang bisa mematahkan daya gertak Prabowo," ungkap Hasto.

Meskipun kubu 02 rajin menyerang, bahkan tak jarang mereka menyebarkan hoaks dan fitanh untuk menjatuhkan pasangan petahana, namun menurut Hasto hal itu tak bisa membalikan keadaan. Dia menilai, serangan-serangan kubu 02 seperti auman singa ompong yang kehabisan daya.

"Sebab mereka terlalu berisik, bagaikan auman singa ompong, keras bunyinya dan tidak punya daya gigitan yang mematikan musuh," imbuhnya.

Quote