Ikuti Kami

Agus Setiawan, Caleg Milenial yang Lolos ke DPRD Medan Kagumi Nasionalisme PDI Perjuangan dan Soekarnoisme

PDI Perjuangan dinilai sebagai satu-satunya parpol yang konsisten mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme dan Sukarnoisme.

Agus Setiawan, Caleg Milenial yang Lolos ke DPRD Medan Kagumi Nasionalisme PDI Perjuangan dan Soekarnoisme

Medan, Gesuri.id - Agus Setiawan merupakan salah satu dari 14 caleg dari generasi milenial ( kelahiran 1981-1996/28-43 tahun) yang lolos sebagai anggota DPRD Medan periode 2024-2029 hasil Pemilu 2024.

Sebagai pendatang baru, keberhasilannya meraih suara tertinggi di dapil Kota Medan 4 dari partainya, PDI Perjuangan menjadi catatan tersendiri bagi pria berusia 33 tahun, kelahiran 11 Agustus 1991 ini.

Terbukti, pria yang mengidolakan sosok politisi senior etnis Tionghoa asal PDI Perjuangan, Hasyim SE dan Brilian Mochtar itu memperoleh 9.487 suara pada pemilu yang digelar pada 14 Februari 2024.

Agus Setiawan, saat berbincang-bincang, di salah satu warung kopi di kawasan Jalan Menteng Raya Medan, Rabu (20/03/2024) malam sambil menunggu pengumuman hasil pemilu 2024 oleh KPU menyebut bahwa awal mula dirinya terjun ke dunia politik dan memilih PDI Perjuangan karena partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu dinilai sebagai satu-satunya parpol yang konsisten mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme dan Sukarnoisme.

"Karena cuma PDI Perjuangan satu-satu partai yang masih mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme dan Soekarnoisme. Terutama bagi kami yang terlahir dari etnis Tionghoa merasakan bahwa PDI Perjuangan itu merangkul semua etnis termasuk etnis Tionghoa," katanya.

Menurut pengusaha muda ini, PDI Perjuangan merupakan partai yang menjadikan ideologi sebagai arah dan bingkai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baginya, PDI Perjuangan merupakan partai yang dikenalnya sejak pertama kali ia mendapatkan hak pilih.

"PDI Perjuangan adalah partai yang dipilih oleh seluruh keluarga besar saya. Saya juga pertama kali mendapatkan hak pilih saat usia 17 tahun juga memilih PDI Perjuangan," kenangnya.

Penuh Perjuangan

Kiprahnya terjun ke dunia politik merupakan keinginan pribadi. Dia belajar langsung berpolitik dari senior-senior Tionghoa yang terlebih dahulu terjun ke dunia politik, seperti Brilian Mochtar (mantan anggota DPRD Sumut) dan Hasyim SE (Ketua DPRD Medan).

Memang perlu perjuangan tersendiri bagi Agus Setiawan untuk terjun ke dunia politik. Apalagi, keluarga besarnya terutama sang istri sempat meragukannya untuk ikut berpolitik.

Agus merupakan perintis, keluarga besarnya tidak ada yang terjun di dunia politik.

Orang tuanya merupakan pengusaha bukan orang partai. Apalagi memang berasal dari etnis minoritas, Tionghoa.

Dikatakan ayah satu anak yang menunggu kelahiran anak keduanya ini, untuk bersaing meraih kursi dewan bagi wajah baru dan masih muda bukanlah hal yang mudah.

Tetapi dorongan teman-temannya makin menguatkan diirnya untuk terus maju. Terutama dorongan sang ayah yang memang sering membaca perkembangan politik di Indonesia, terutama Kota Medan.

"Ayah saya bilang, bahwa politik adalah salah satu 'alat' untuk kita bisa dekat dengan masyarakat. Dan antara politik dan ekonomi juga tidak bisa terpisahkan," katanya.

Masih kata pria yang menamatkan pendidikan Strata 1 (S1) dari Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA) Medan itu, sejak dua tahun lalu ia telah bergerak mempersiapkan diri.

Memulai menjadi Plt Ketua PAC PDIP Medan Kota, ia terjun langsung ke lapangan. Dibantu tim sukses dan orang-orang terdekatnya ia tampil mensosialisasikan diri dalam berbagai kesempatan.

"Saya memulainya saat menjabat Plt Ketua PAC PDIP Medan Kota, dengan turun langsung ke lapangan dengan sasarannya seluruh lapisan masyarakat di Dapil Kota Medan 4. Bukan hanya etnis Tionghoa tapi seluruh masyarakat tanpa memandang golongan dan agama," katanya lagi.

Dari kampanye terbuka yang dilakukannya secara door to door bersama tim pemenangan yang mendampinginya akhirnya tahu cara Agus berkomunikasi dengan masyarakat. Maka makin banyak yang turut mendukungnya.

"Seneng juga bisa ketemu dengan masyarakat dan tahu keluh kesah mereka," ujar Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Medan Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan itu.

Pada awalnya,Agus mengaku sempat merasa kesulitan. Di samping masih sangat muda, dirinya harus bertarung dengan para senior yang tentunya lebih menguasai wilayah dan lapangan.

"Di dapil Kota Medan 4 itu kan ada petahana PDIP, David Roni Ganda Sinaga dan ada juga senior yang juga Bendahara DPC PDIP, bang Boydo HK Panjaitan. Awalnya saya minder. Tapi, karena saya mendengar kisah bang Hasyim, yang memang menginspirasi politik saya, yang penuh perjuangan juga untuk mendapatkan suara dapil ini. Akhirnya saya pun tak ragu untuk bertarung di dapil ini (dapil 4)," ceritanya.

Dengan, membawa semangat "Teruskan Kerja Hasyim,SE", Agus akhirnya bisa mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat yang merupakan pemilih dari Ketua DPRD Medan Hasyim yang pada pemilu 2024 ini naik kelas ke DPRD Sumut.

"Dari 9.487 suara total yang saya dapat, bisa dikatakan 85 persen adalah suara masyarakat yang memilih bang Hasyim pada Pemilu 2019," katanya.

Agus yang juga menamatkan Magister Hukum di Universitas Medan Area, menyampaikan rasa syukur atas dukungan dari seluruh keluarga besar, istri dan timses yang selalu mendampinginya pada saat masa kampanye serta paling utama adalah masyarakat yang telah memilihnya.

Usai dilantik nanti, dia akan bekerja mengikuti arahan partai dan seniornya, dan akan meneruskan kerja seniornya Hasyim SE di dapil Kota Medan 4.

"Karena masih ada yang belum tuntas.Saya akan melanjutkan kerja dari senior saya, inspirasi saya, bang Hasyim SE di dapil kota Medan 4," katanya.

Program, seperti infrastruktur dan Penerangan Lampu Jalan Umum (LPJU) masih merupakan masalah yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat di dapil ini.

"Dan saya akan perjuangkan di DPRD Medan nanti," katanya.

Sedangkan kepada kaum muda, ia berpesan jangan takut terjun ke politik.

"Karena keberadaan kaum muda sangat dibutuhkan untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan membawa bangsa Indonesia khususnya Medan ke arah yang lebih baik, dan lebih maju lagi," tandasnya.

Sumber

Quote