Ikuti Kami

Reses Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pasuruan Jadi Ruang Warga Sampaikan Aspirasi

Reses ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka.

Reses Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pasuruan Jadi Ruang Warga Sampaikan Aspirasi
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menggelar kegiatan Reses I Tahun 2026 dengan agenda jaring aspirasi masyarakat secara serentak pada Sabtu (15/3/2026) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan - Foto: Jawapes.or.id

Pasuruan, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan sekaligus anggota DPRD Kota Pasuruan, Mahfud Husairi menegaskan bahwa kegiatan reses Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menjadi sarana penting untuk menjaring aspirasi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses I Tahun 2026 yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia, Sabtu (14/3/2026).

“Reses ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka. Kami tidak ingin aspirasi rakyat hanya berhenti di forum perencanaan saja, tetapi harus diperjuangkan sampai benar-benar terealisasi,” tegas Mahfud.

Kegiatan reses tersebut digelar secara serentak oleh Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan dengan agenda menjaring aspirasi masyarakat. Forum tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, badan-badan partai, sejumlah senior PDI Perjuangan, serta puluhan warga dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan.

Reses dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama dipimpin oleh Muhammad Gatot Adidoyo pada pukul 14.00–16.00 WIB, sesi kedua dipimpin oleh Mahfud Husairi pada pukul 16.00–18.00 WIB, dan sesi ketiga dipimpin oleh Andri Setyani pada pukul 18.00–19.30 WIB.

Dalam forum dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka hadapi. Beberapa isu yang paling banyak disampaikan antara lain penerangan jalan umum (PJU), program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan saluran air, persoalan BPJS Kesehatan yang dibekukan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan lapangan pekerjaan.

Mahfud mengungkapkan bahwa sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat, di antaranya pengadaan lampu penerangan jalan umum di RT 02 RW 06 Kelurahan Gentong, program RTLH, serta pengaktifan kembali BPJS Kesehatan warga yang dibekukan.

“Banyak usulan masyarakat terkait infrastruktur yang sebenarnya sudah disampaikan sejak lama. Karena itu melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang kami miliki sebagai anggota dewan, kami akan berupaya maksimal agar aspirasi tersebut bisa diwujudkan,” jelasnya.

Selain persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan, isu pengangguran juga menjadi perhatian dalam forum reses tersebut. Mahfud menilai pemerintah daerah perlu terus mendorong pembukaan lapangan pekerjaan agar masyarakat memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan.

“Kami akan terus mendorong Pemerintah Kota Pasuruan agar memperkuat program pembukaan lapangan pekerjaan. Ini penting agar masyarakat memiliki kesempatan bekerja dan tidak terus terbebani oleh persoalan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Pasuruan Muhammad Gatot Adidoyo menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab moral anggota dewan untuk memastikan pembangunan daerah benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami catat dan kami perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD. Tujuannya jelas, agar pembangunan di Kota Pasuruan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gatot.

Hal senada juga disampaikan oleh Andri Setyani yang memimpin sesi ketiga kegiatan reses. Ia menegaskan komitmen Fraksi PDI Perjuangan untuk terus mengawal aspirasi masyarakat hingga dapat direalisasikan dalam program pembangunan daerah.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan Kota Pasuruan,” ujarnya.

Di sisi lain, senior PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Subiyanto menilai kegiatan reses tersebut menjadi bukti bahwa kader partai tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat.

“Kader PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah masyarakat. Aspirasi rakyat harus didengar dan diperjuangkan. Reses seperti ini menjadi jembatan penting antara rakyat dan wakilnya di parlemen,” kata Subiyanto.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gadingrejo, Basuki menambahkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan reses karena mereka dapat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada wakil rakyat.

“Melalui forum ini masyarakat bisa menyampaikan langsung kebutuhan mereka, mulai dari penerangan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga persoalan layanan kesehatan. Kami berharap aspirasi ini benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi,” ujar Basuki.

Kegiatan Reses I Tahun 2026 yang digelar Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan tersebut menegaskan komitmen partai untuk terus mendengar dan memperjuangkan suara rakyat, sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat memperoleh solusi nyata melalui kebijakan pembangunan daerah.

Quote