Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang mengungkapkan wacana hak angket terus berproses.
Seperti diketahui, wacana hak angket ini pertama kali disampaikan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan didukung calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan.
Baca: Ini 3 Organisasi Kampus Yang Pernah Digeluti Ganjar Pranowo

"Hak angket berproses, nanti kita ikuti saja prosesnya seperti apa," Kata Rafael seperti yang dikutip melalui laman tribunnews.
Wacana hak angket atau hak interpelasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini untuk menyelidiki dugaan kecurangan pada pelaksanaan Pemilu 2024, sehingga Rafael setuju dengan wacana ini.
"Kami akan menginventarisasi (dugaan) kecurangan, tapi bukan hanya pada saat pencoblosan saja. Sebelum pencoblosan juga harus diselidiki," kata Rafael.
Ia mengatakan, jika wacana ini benar-benar akan digulirkan, nantinya dugaan kecurangan Pemilu 2024 tersebut akan dibongkar pada hak angket di DPR.

Baca: Abdy Jelaskan Kenapa Ganjar Pranowo Layak Jadi Presiden RI
"Di hak angket kan nanti dibongkar, nanti kita tunggu saja prosesnya," ucapnya.
Di sisi lain Rafael mengomentari perolehan suara Ganjar Pranowo-Machmud MD yang diusung PDI Perjuangan dan ia mengakui bahwa raihan suara pasangan ini rendah jika dibandingkan dengan dua pasangan calon yang lain.
"Iya memang perolehan suaranya (Ganjar-Mahfud) ini ketiga. Tapi saya belum tahu suara di setiap kecamatan berapa karena masih proses rekapitulasi," kata Rafael.

















































































