Malang, Gesuri.id - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memuji progam Gemar Menabung Air (Gemar) yang dikembangkan Kampung Glintung Go Green (3G) di Kelurahan Purwantoro, Kota Malang. Menurut dia, membangun dari kampung dan desa atau daerah pinggiran yang dilakukan sangat sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo.
Baca: Delapan Program Unggulan Gus Ipul-Puti
"Inilah inti dari revolusi mental yang sesungguhnya. Berangkat dari keresahan, masyarakat mau berubah menjadi lebih baik dengan cara gotong royong," kata Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini saat mengunjungi kampung 3G di Malang tersebut, Jumat (11/5/2018).
Gus Ipul mengaku pihaknya akan mengadopsi Program Gemar tersebut di seluruh daerah Jatim. Kampung 3G sukes mengaplikasikan Gemar dalam beberapa tahun terakhir ini, bahkan kampung yang berada di Kecamatan Blimbing itu sudah mendunia.
Baca: Rusmadi-Safaruddin Gunakan Konsep Membangun dari Pinggiran
"Kami ingin mengadopsi Gerakan Menabung Air ini menjadi sebuah gerakan yang lebih besar, yakni dengan menerapkan program Gemar tersebut di seluruh Jawa Timur," kata Gus Ipul yang disambut Ketua RW 23 Kelurahan Purwantoro, Bambang Irianto.
Gus Ipul lantas diajak Bambang Irianto berkeliling kampung melihat satu per satu hasil program warga, di antaranya adalah biopori sebagai menampung air sekaligus fasilitas antisipasi terhadap banjir.
Selama lima tahun terakhir, kampung ini sukses membuat sekitar 1.100 biopori yang tersebar di seluruh kampung. Hasilnya, daerah yang biasanya menjadi langganan banjir, kini tidak lagi merasakan musibah tahunan ini.
Bukan hanya sebagai sumber resapan air, biopori tersebut sekaligus menjadi media penghasil kompos. Bahkan, kompos yang dihasilkan kampung ini juga bisa dijual. Dan, air yang tertampung di biopori meresap ke sumur-sumur warga dan menjadi sumber mata air baru.
Tak hanya dengan sumur, kampung ini juga mengembangkan konsep pertanian berbasis hidroponik. Gus Ipul juga sempat memetik sayuran sawi hasil dari tanaman hidroponik ini.
"Tanaman hidroponik ini mahal harganya karena memang kaya akan gizi," kata Gus Ipul sambil memetik sawi.
Untuk meminimalkan sampah, kampung ini juga mempunyai bank sampah selain digunakan sebagai bahan kompos. Penjualan sampah di bank ini juga menaikkan taraf hidup masyarakat sekitar.
Tak heran, dengan berbagai terobosan yang dibuat tersebut, kampung ini telah mendapat berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Bahkan, Bambang juga pernah menjadi pembicara di forum internasional, Guangzhou Award For Urban Inovation 2016.
Keberhasilan Kampung 3G tersebut menginspirasi Gus Ipul untuk mengaplikasikan terobosan ini sebagai program pemerintah provinsi.
"Berangkat dari keresahan masyarakat, kemudian dikoordinir oleh seorang pemimpin, program ini jadi kurang dari lima tahun. Ini sebuah pencapaian yang patut diapresiasi," kata Cagub yang diusung PDI Perjuangan tersebut.
Oleh karenanya, jika terpilih sebagai Gubernur Jatim untuk lima tahun ke depan, Gus Ipul optimistis program ini bisa diadopsi.
"Program ini bisa ditiru dan dikembangkan di Jawa Timur. Manfaatnya besar, bukan hanya untuk masyarakat sekitar namun juga masyakat pada umumnya. Dan, harus lebih banyak lagi kampung seperti Ini," ujarnya.

















































































