Jakarta, Gesuri.id - Pasca pemilihan calon legislatif, Presiden dan Wakil Presiden sejumlah organisasi mantan relawan Ganjar - Mahfud di Kabupaten Pangandaran mulai melakukan konsolidasi Front Penyelamat Reformasi Indonesia (F-PRI).
Konsolidasi tersebut digelar di satu rumah mantan relawan Ganjar - Mahfud di Kabupaten Pangandaran, Jumat (15/3/2024).
Konsolidasi F-PRI Pangandaran ini diinisiasi oleh Sulenk Abdi Sagara mantan Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Presiden (TKRPP) Ganjar- Mahfud Pangandaran
"Perjuangan kita ini belum selesai. Kita organisasi relawan Ganjar-Mahfud yang sebelumnya sudah terverifikasi TKRPP melebur menjadi Front Penyelamat Reformasi Indonesia (F-PRI)," ujar Sulenk, Sabtu (16/3/2024) pagi.
Saat ini, F-PRI di Kabupaten Pangandaran masih menunggu arahan dan instruksi dari F-PRI di Jakarta.
"Cara bergerak, bertindak, perjuangan kami di Pangandaran yang saat ini sudah melebur menjadi F-PRI siap untuk satu komando dan siap untuk dipimpin ketika nanti turun kelapangan," ucapnya
Menurutnya, adanya F-PRI ini secara tegas untuk menyelamatkan amanat Reformasi. Demokrasi ini, hasil proses Reformasi dan Reformasi terwujud melalui proses keringat, darah dan air mata.
"Kami tidak ingin cita-cita Reformasi ini disalahgunakan oleh kekuasaan yang tidak berpihak pada rakyat," kata Sulenk.
Sulenk mengatakan bahwa yang tergabung di F-PRI ini yaitu dari lintas kelompok dan bukan hanya dari pendukung Capres Cawapres Nomor 3 saja. Tapi, juga dari pendukung Capres Cawapres Nomor 1.
"Konsolidasi ini akan terus kami lakukan dan sekarang sudah mulai menggalang kekuatan memobilisasi kalangan mahasiswa, buruh, tani," ujarnya.
Perjuangan F-PRI ini akan menggunakan cara politik, hukum dan budaya. Dengan target dari agenda terbesar F-PRI ini adalah mendorong DPR RI untuk melakukan hak angket atas kecurangan Pemilu 2024.