Ikuti Kami

Dengar Aspirasi Orang Muda, TMP Kalbar Gelar Diskusi Publik Tanpa Sekat di Pontianak

Melki Sedek Huang, menegaskan bahwa forum ini murni dirancang untuk menyerap suara murni dari bawah tanpa rekayasa.

Dengar Aspirasi Orang Muda, TMP Kalbar Gelar Diskusi Publik Tanpa Sekat di Pontianak
​Ketua DPD TMP Kalbar sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Melki Sedek Huang.

​Pontianak, Gesuri.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Taruna Merah Putih (TMP) Kalimantan Barat menggelar forum diskusi terbuka bertajuk "Duduk & Diskusi: Saatnya Partai Politik Mendengar" di Aming Coffee Podomoro, Kota Pontianak, Minggu (30/8).

​Kegiatan yang disokong penuh oleh DPD PDI Perjuangan Kalbar ini bertujuan menjaring gagasan serta kritik membakar dari generasi muda, mahasiswa, hingga aktivis lokal. Melalui forum ini, suara pemuda ditempatkan bukan sekadar sebagai pendengar, melainkan penentu arah kebijakan publik.

​Berbeda dari agenda politik formal pada umumnya, ruang diskusi dikemas santai, dua arah, dan lepas dari sekat protokoler. Lokasinya yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari pusat pemerintahan Kota Pontianak semakin memudahkan keterlibatan para peserta.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Sejumlah elite partai tampak hadir menyimak aspirasi, di antaranya jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Kalbar, Martinus Sudarno dan Thomas Aleksander, serta Anggota DPRD Provinsi Kalbar Fraksi PDI Perjuangan, Niken Tia Tantina.

​Diskusi makin hangat dengan hadirnya lintas perwakilan mahasiswa dan organisasi pemuda (OKP). Tampak hadir di lokasi antara lain Ketua DEMA IAIN Pontianak Indah Alawiyyah, Presiden Mahasiswa Polnep Muhammad Iqbaal, Korpus FOMDA Kalbar Syarif Falmu, serta Ketua Majelis Lingkungan Hidup PW Muhammadiyah Kalbar Muhammad Hermayani Putera.

​Ketua DPD TMP Kalbar sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Melki Sedek Huang, menegaskan bahwa forum ini murni dirancang untuk menyerap suara murni dari bawah tanpa rekayasa.

​"Ini upaya PDI Perjuangan dan Taruna Merah Putih Kalbar agar suara anak muda tidak sekadar jadi penonton atau pemanis. Anak muda harus jadi penentu arah saat kebijakan publik dirumuskan," tegas Melki.

​Melki menambahkan, gerakan menyerap aspirasi pemuda ini ditargetkan menjangkau 14 kabupaten/kota di Kalbar secara bergantian hingga akhir tahun. Program ini melanjutkan kesuksesan agenda serupa di Sambas, Landak, dan Singkawang.

​Inisiatif tersebut disambut hangat oleh Anggota DPRD Kalbar, Niken Tia Tantina. Menurutnya, forum terbuka semacam ini menjadi ruang pendidikan politik yang amat penting bagi generasi penerus.

​"Inilah bentuk konsolidasi nyata yang harus dilakukan seluruh partai politik. Publik, khususnya anak muda, perlu memahami seberapa vital peran partai politik bagi masa depan bangsa," ujar Niken.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur 

​Dari kacamata ahli, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PW Muhammadiyah Kalbar, Muhammad Hermayani Putera, memanfaatkan momen ini untuk menyoroti tantangan sosial-ekologis di Kalimantan Barat. Ia menganalogikan keseimbangan ekonomi, ekologi, dan sosial bak 'tripod'—akan roboh jika salah satu kakinya diabaikan.

​"Pertemuan hari ini sangat menarik. Partai politik yang kerap dituduh tidak sensitif justru mau membuka diri lewat Taruna Merah Putih. Pendidikan politik adalah amanah partai, dan kita berharap parpol lain melakukan hal serupa," tutur Hermayani.

​Ia pun berharap masukan terkait mitigasi bencana lingkungan dan keadilan sosial-ekologis di Kalbar dapat dikonversi menjadi kebijakan konkret yang terus diawasi oleh legislatif dan elemen masyarakat sipil.

Quote