Depok, Gesuri.id – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Denny Cagur, menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan kritik sosial, termasuk melalui medium seni dan komedi.
Di negara demokrasi, kebebasan berekspresi tersebut dilindungi oleh undang-undang.
Hal itu disampaikan Denny usai menghadiri acara kompetisi Stand Up "Garis Merah" dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno di kawasan Jalan Juanda, Kota Depok, Minggu (21/6).
BaCa: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

“Sebenarnya dalam menyampaikan pendapat untuk memberikan kritik sosial, setiap medium seni punya caranya sendiri. Bisa melalui komedi, musik, atau hal apa pun. Di negara demokrasi ini, melalui media apa pun kita bisa memberikan kritik sosial,” ujar Denny.
Komedian jebolan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menilai, tren para komika (stand-up comedian) yang kerap membawakan materi tajam bermuatan kritik politik dan sosial adalah hal yang sah. Seni, menurutnya, adalah kendaraan yang valid untuk menyuarakan keresahan masyarakat.
Meski mendukung penuh kebebasan berekspresi, personel grup lawak Cagur ini menyelipkan sebuah pesan penting bagi para komika muda. Menurutnya, tantangan terbesar komika saat ini adalah menjaga substansi kritik tersebut.
"Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengemas kritik agar tidak sekadar menjadi amarah kosong, melainkan menjadi refleksi yang konstruktif bagi para pembuat kebijakan," tutur Denny.
Di hadapan para peserta, pria bernama asli Denny Wahyudi ini juga sempat bernostalgia mengenai perjalanan kariernya. Ia mengingatkan generasi muda di era digital agar tidak terjebak pada ambisi popularitas instan dan melupakan pentingnya sebuah proses.
Denny menceritakan bahwa dirinya pun merintis karier dari bawah dengan mengikuti berbagai lomba lawak, persis seperti yang sedang dijalani para peserta hari itu.

BaCa: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Tetap semangat untuk semua keinginan dan tujuan. Nikmati prosesnya. Semoga mereka juga bisa sampai ke titik yang diharapkan," katanya menyemangati.
Menutup arahannya, Denny berharap acara stand-up comedy ini tidak berhenti sebagai hiburan dan gelak tawa semata, melainkan menjadi momentum refleksi bersama mengenai kondisi bangsa. Ia mengajak generasi muda untuk menggali kembali pemikiran dan rekam jejak Sang Proklamator, Bung Karno.
"Semoga kita bisa mempelajari dan mengambil banyak sekali keteladanan dari Bapak Soekarno untuk diaplikasikan bagi bangsa dan negara di kondisi sekarang ini," pungkasnya.

















































































