Kupang, Gesuri.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Yunus Takandewa meminta keseriusan untuk menyiapkan atlet maupun sumber daya manusia yang cukup untuk memanfaatkan sisa waktu menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 yang berlangsung di NTT dan NTB.
Yunus menyebut, target medali emas yang ditetapkan KONI maupun Pemerintah Provinsi NTT merupakan sesuatu yang wajar. Itu merupakan optimisme sebagai tuan rumah.
Untuk itu, kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan. NTT wajib memberi kesan sebagai tuan rumah yang baik. Sisa waktu yang ada, Yunus meminta agar persiapan atlet ditingkatkan.
"Latihan yang maksimal, persiapan sumber daya manusia, tim pelatih yang profesional. Cabang olahraga unggulan, ini ruang yang baik kedepan kita lebih optimis," ujar Ketua DPD PDI Perjuangan NTT itu, Jumat (13/2).
Meski demikian, pria asal Sumba ini mengakui NTT NTT kesulitan dari sisi anggaran. Kondisi itu dialami semua daerah di Indonesia.
Baginya, itu merupakan tantangan bagi Pemerintah dan cabang olahraga menghadapi PON 2028.
Yunus meminta dukungan dari semua pihak, termasuk dari pihak swasta dan pemanfaatan dana CSR instansi, yang bisa digunakan untuk melakukan pembinaan atlet dan persiapan lainnya.
"Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk semua pemangku kepentingan dan mencintai olahraga dan mengharumkan nama NTT," katanya.
Dia juga menanggapi salah satu cabang olahraga, akuatik, yang kemungkinan digelar di Jakarta. Menurut Yunus, KONI NTT memiliki skenario tersendiri dalam penyelenggaraan pertandingan dari cabang olahraga dalam PON.
Untuk itu, kata dia, opsi yang disiapkan KONI harus disinkronkan dengan sumber daya yang ada. Tujuannya, agar ada persiapan lebih dini sekaligus meminimalisir kesalahan sewaktu pertandingan berlangsung.
Dari sisi anggaran, ujar Yunus, dana cadangan untuk PON 2028 telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda). Pemerintah tinggal mengikuti aturan main dalam aturan yang. Dana cadangan itu bergulir dari 2026, 2027 dan 2028.
"Artinya bagi KONI sendiri sudah punya hitung-hitungan lah melihat peluang dan potensi atlet NTT yang akan bertanding. Tidak masalah, kita harus punya target," katanya.
Yunus yang juga Ketua Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) NTT menyebut, pihaknya terus melakukan persiapan terhadap atlet yang akan bertanding. Dalam waktu dekat, PSTI NTT menggelar konsolidasi.
"Takraw memang sudah bisa meraih medali. Kali ini target kami berusaha dengan keras bersama atlet dan pelatih untuk merebut medali," ujarnya.

















































































