Jakarta, Gesuri.id - Bupati Landak Karolin Margret Natasa menekankan pentingnya peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di lingkup keluarga. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) X Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang Salib Suci Ngabang, Sabtu (11/4).
Karolin menilai peran perempuan tidak bisa dianggap remeh, mengingat kompleksitas tanggung jawab yang diemban.
“Menjadi perempuan itu berat. Secara ilmiah otak perempuan itu memang diciptakan lebih kompleks dari bentuk otak laki-laki,” kata Karolin.
Baca: Rekam Jejak Ganjar Pranowo Telah Teruji
Karolin turut menyoroti sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan perempuan, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga pengelolaan ekonomi keluarga.
“Peran wanita dalam keluarga memang menjadi tugas tanggung jawab utama kita adalah bagaimana kita membesarkan, mendidik anak-anak kita dalam keluarga,” ujar Karolin.
Ia menambahkan, perempuan memiliki peran penting dalam menentukan pola konsumsi, kesehatan anak, serta keharmonisan rumah tangga. Dalam suasana yang santai, Karolin juga menyinggung peran ibu dalam mengatur keuangan keluarga.
Baca Juga: Bahaya Steroid Pembesar Otot, Risiko Serangan Jantung Bisa Naik 3 Kali Lipat
“Jangan ajarkan emak-emak untuk menghemat. Emak-emak paling tahu bagaimana mengatur gaji suami cukup sampai satu bulan,” katanya, disambut tawa peserta.
Namun demikian, ia juga menyoroti isu serius seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi di masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan fasilitas perlindungan bagi korban. “Kita juga ada safe house, ada tempat untuk korban kekerasan perempuan dan anak,” ujarnya.
Baca: Ganjar Pranowo Dinilai Punya Keberanian Ambil Risiko
Selain itu, Karolin mengangkat tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya terkait biaya distribusi produk ke luar daerah yang kerap tidak sebanding dengan hasil penjualan. Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian, terutama terkait meningkatnya volume sampah di Ngabang. Ia mengajak masyarakat memulai perubahan dari rumah tangga.
“Ayo kita mulai memilah sampah kita untuk lingkungan kita, karena plastik itu tidak akan terurai,” kata Karolin.
Di akhir arahannya, Karolin mengajak para ibu untuk menerapkan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi lingkungan. “Kalau belanja tolong bawa kantong plastik sendiri, bawa sendiri keranjangnya,” tutup Karolin.
Kegiatan tersebut mengangkat tema tentang penguatan peran perempuan Katolik melalui pemberdayaan guna mewujudkan kesejahteraan, dengan fokus pada perempuan yang mandiri, kreatif, dan bermartabat demi keluarga sejahtera di Kabupaten Landak.

















































































