Ikuti Kami

Kenneth Berhasil Lobi Ravel Entertaiment Boyong Avenged Sevenfold ke Jakarta

Hardiyanto Kenneth disebut berhasil meyakinkan Ravel Entertainment untuk kembali membawa band rock dunia tersebut ke Jakarta.

Kenneth Berhasil Lobi Ravel Entertaiment Boyong Avenged Sevenfold ke Jakarta
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth.

Jakarta, Gesuri.id  - Dentuman kembalinya Avenged Sevenfold ke Indonesia siap menggema pada 10 Oktober 2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta. Konser band rock asal Amerika Serikat ini tak hanya dinanti para penggemar, tetapi juga diproyeksikan menjadi salah satu perhelatan musik internasional terbesar yang akan menghidupkan panggung hiburan sekaligus menggerakkan roda ekonomi ibu kota.

CEO Ravel Entertainment dan Founder Hammersonic Festival, Ravel Junardy mengungkapkan, di balik megahnya panggung yang akan berdiri, tersimpan proses panjang dan strategi matang, termasuk peran Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, yang disebut berhasil meyakinkan Ravel Entertainment untuk kembali membawa band rock dunia tersebut ke Jakarta.

Menurutnya, inisiatif mendatangkan Avenged Sevenfold telah bergulir sejak awal 2025. Dimana Bang Kent -sapaan akrab Hardiyanto Kenneth- aktif mendorong realisasi konser melalui serangkaian diskusi strategis, mulai dari pemetaan potensi pasar, analisis tren konser musik internasional, hingga perumusan konsep pertunjukan yang relevan dengan ekspektasi penonton masa kini.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar 

Pendekatan tersebut juga mencakup evaluasi keberhasilan berbagai konser yang sebelumnya digarap oleh Ravel Entertainment, termasuk tingginya penjualan tiket, kuatnya interaksi penggemar di media sosial, serta loyalitas komunitas penggemar Avenged Sevenfold di Indonesia. Kombinasi faktor tersebut menjadi dasar kuat dalam meyakinkan promotor terkait prospek komersial dan dampak jangka panjang konser ini.

Ravel menyatakan, bahwa keputusan membawa kembali Avenged Sevenfold bukan hanya karena popularitas band, tetapi juga kesiapan industri konser dalam negeri. Ia menilai Indonesia kini memiliki infrastruktur, audiens, dan kapasitas produksi yang semakin matang.

"Dorongan dan keyakinan yang dibawa oleh Brother Kenneth turut memperkuat keputusan kami untuk merealisasikan konser ini," ujar Ravel saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Dari sisi produksi, kata Ravel, konser ini akan mengusung standar internasional dengan tata panggung teatrikal, pencahayaan dinamis, serta visual efek terintegrasi yang menjadi ciri khas Avenged Sevenfold. Sistem tata suara juga dirancang menggunakan teknologi terkini guna memastikan kualitas audio optimal di seluruh area venue.

Selain menghadirkan hiburan kelas dunia, konser ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas. Sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga UMKM lokal diperkirakan akan merasakan efek positif dari meningkatnya jumlah pengunjung, baik domestik maupun mancanegara. Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam produksi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Bang Kent menegaskan, bahwa kehadiran kembali Avenged Sevenfold merupakan bagian dari visi besar menjadikan Jakarta, Indonesia sebagai destinasi utama dalam peta tur dunia musisi internasional.

"Konser berskala global seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi katalis ekonomi. Dampaknya akan terasa langsung pada sektor ekonomi kreatif, mulai dari event organizer, produksi, hingga pekerja kreatif lokal," ujarnya.

Kent menambahkan, efek ekonomi konser akan meluas ke berbagai sektor pendukung, termasuk peningkatan okupansi hotel, pertumbuhan omzet kuliner, serta aktivitas ekonomi di sekitar JIS dan wilayah Jakarta secara umum.

Dari sisi fiskal, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta melalui pajak hiburan, hotel, dan restoran. Selain itu, pemanfaatan JIS sebagai venue konser internasional dinilai memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang siap menjadi tuan rumah event berskala besar.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

"Ini langkah penting untuk membangun positioning DKI Jakarta sebagai destinasi event internasional yang kompetitif, dan mampu menarik investasi dan kegiatan berskala besar di masa depan," ujar Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Selain itu, sambung Kepala BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta itu, pemanfaatan JIS sebagai venue konser internasional dinilai menunjukkan kesiapan infrastruktur Jakarta untuk bersaing dengan kota-kota global lainnya.

"Pentingnya dukungan penuh dari Pemerintah DKI Jakarta, baik dari sisi regulasi, keamanan, maupun kenyamanan. Dengan pengelolaan yang optimal, konser Avenged Sevenfold di JIS diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan musik semata, tetapi juga simbol kekuatan ekonomi kreatif Jakarta yang terus berkembang dan berdaya saing," pungkasnya.

Penjualan tiket resmi akan dimulai pada 6 April 2026 untuk sesi Deathbat Pre-Sale pukul 13.00 WIB, serta tanggal 8 April 2026untuk General Sale pukul 13.00 WIB. Tiket dapat dibeli secara eksklusif melalui situs resmi www.a7xindonesia.com. Untuk informasi terbaru, jadwal, dan pembaruan lainnya, ikuti akun media sosial resmi @ravelentertainment dan @hammersonicfest.

Quote