Ikuti Kami

PDI Perjuangan NTB Dirikan Posko Bantuan Kebakaran Sade, Dorong Penataan Ulang Kawasan Adat

Dampak dari kebakaran tersebut menghanguskan 75 rumah warga & 69 toko seni (art shop), dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp34 miliar.

PDI Perjuangan NTB Dirikan Posko Bantuan Kebakaran Sade, Dorong Penataan Ulang Kawasan Adat
​Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Bidang Kehormatan Partai, Ir. Made Slamet.

​Lombok Tengah, Gesuri.id — Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendirikan posko bantuan untuk warga terdampak kebakaran hebat di Kampung Adat Wisata Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Kebakaran, Sabtu (22/8).

Dampak dari kebakaran tersebut menghanguskan 75 rumah warga dan 69 toko seni (art shop), dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp34 miliar.

​Selain hunian dan toko seni, musibah ini merusak sejumlah fasilitas adat dan fasilitas umum, meliputi satu unit masjid, balai desa, gerbang adat, lumbung, serta belasan berugak (gazebo khas Sasak). Kebakaran juga menjangkau sekitar 20 unit rumah di luar kawasan utama desa adat.

Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

​Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Bidang Kehormatan Partai, Ir. Made Slamet, menyatakan bahwa pendirian posko bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga serta menunjang aktivitas petugas dan relawan di lokasi.

​"Kami turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan awal sekaligus memetakan apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat saat ini," ujar Made Slamet.

​Dari hasil pemetaan di lapangan, Anggota DPRD NTB tersebut mengungkapkan bahwa bantuan logistik berupa mi instan dan telur sudah relatif melimpah. Namun, warga justru krisis bantuan non-pangan dasar.
​Ia menyoroti kebutuhan mendesak anak-anak sekolah yang kehilangan seluruh perlengkapannya.

​"Paling utama adalah perlengkapan sekolah anak-anak. Seragam, pakaian, buku, hingga sepatu habis terbakar. Pendidikan mereka harus tetap berjalan," tegasnya.

​Selain itu, kebutuhan pokok ibu rumah tangga seperti peralatan memasak, kompor, dan pakaian ganti menjadi prioritas yang belum terpenuhi maksimal.

​"Bantuan makanan banyak, tetapi alat untuk memasaknya yang kurang. Pakaian ibu-ibu dan anak-anak juga habis, mereka bertahan dengan pakaian yang melekat di badan," tambahnya.

​DPD PDI Perjuangan NTB tengah menggalang bantuan lanjutan dari internal pengurus, jajaran anggota legislatif, serta berkoordinasi dengan DPP PDI Perjuangan guna menyuplai kebutuhan penunjang tersebut secara bertahap melalui posko Baguna.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

​Bencana ini tercatat sebagai peristiwa kebakaran ketujuh dan paling parah yang pernah menimpa Kampung Adat Sade. Menyikapi hal tersebut, Made Slamet menyebut warga—khususnya generasi muda—mengharapkan adanya penataan ulang kawasan berbasis konsep tradisional yang lebih tertata dan aman.

​"Masyarakat berharap kawasan ini segera dibangun kembali dengan konsep menyerupai tata ruang desa tempo dulu, tidak terlalu padat, serta mempertimbangkan keamanan instalasi listrik dan kompor gas," paparnya.

​Ia menegaskan, PDI Perjuangan NTB mendukung aspirasi warga agar proses pemulihan kawasan wisata budaya tersebut tetap mempertahankan karakter dan kearifan lokal.

​"Posko Baguna akan tetap beroperasi mendampingi warga hingga kondisi berangsur normal. Bagi kami, hadir dan berbagi beban bersama rakyat adalah komitmen nyata di lapangan," pungkas Made.

Quote