Jakarta, Gesuri.id – Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya lebih mengutamakan kerja daripada ego kepemimpinan yang narsistik.
Ia mengaku tidak ingin terlalu memikirkan kritik atau serangan terhadap dirinya dan memilih fokus menyelesaikan persoalan Jakarta.
“Salah satu problem bangsa ini, egonya kegedean, terutama pemimpinnya. Begitu jadi pemimpin, maunya cuma dirinya sendiri yang pengin dilihat,” kata Pramono, dikutip Jumat (16/10/2026).
Pramono mengatakan, dirinya tidak lagi memiliki ego kepemimpinan yang narsistik sehingga tidak mudah bereaksi terhadap kritik maupun serangan.
"Kalau saya, mungkin sudah enggak punya ego, jadi saya nyantai aja. Diserang juga oke, enggak diserang juga enggak apa-apa," ujarnya.
Menurut Pramono, fokus utamanya saat ini adalah bekerja dan menyelesaikan berbagai persoalan di Jakarta. Ia juga mengingat prinsip yang pernah disampaikan kepadanya oleh mendiang pengusaha Indonesia, Ciputra, yakni bekerja keras dan mengambil keputusan tanpa kepentingan pribadi.
“Bagi saya, prinsipnya seperti yang dulu Pak Ciputra sampaikan ke saya, dan saya ingat betul, kerja keras dan memutuskan tanpa kemudian punya vested interest (kepentingan pribadi) terhadap keputusan itu,” ucap Pramono.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menceritakan perjalanan kariernya. Ia mengaku tidak pernah melamar pekerjaan atau meminta jabatan kepada siapa pun.
“Saya termasuk yang ingin menyampaikan, bukan bermaksud sombong, bukan sama sekali enggak. Saya adalah orang seumur hidupnya, enggak pernah minta pekerjaan kepada siapa pun, kepada siapa pun,” kata Pramono.
Ia menuturkan, saat menjabat sekretaris kabinet pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, dirinya tidak pernah meminta jabatan tersebut. Pramono juga menyebut penunjukannya selama dua periode oleh Presiden Joko Widodo didasari kerja keras.

















































































