Ikuti Kami

Saat Ganjar dan Istri Kursus Singkat Membuat Karya Seni dari Sampah Plastik

Dengan telaten, Mutia yang didampingi beberapa anak muda mengajari Ganjar dan istri membuat sampah plastik menjadi karya seni.

Saat Ganjar dan Istri Kursus Singkat Membuat Karya Seni dari Sampah Plastik
Ganjar dengan semangat mengikuti arahan Mutia, termasuk saat menyetrika sampah plastik agar menjadi bagian yang bisa dijadikan karya.

DIY, Gesuri.id - Calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo bersama sang istri Siti Atikoh terpukau dengan karya-karya Mutia Bunga (28). Tak hanya menyaksikan, Ganjar dan Atikoh juga kursus singkat bagaimana membuat karya seni dari sampah plastik.

Dengan telaten, Mutia yang didampingi beberapa anak muda mengajari Ganjar dan istri membuat sampah plastik menjadi karya seni. Ganjar dengan semangat mengikuti arahan Mutia, termasuk saat menyetrika sampah plastik agar menjadi bagian yang bisa dijadikan karya.

"Ternyata bapak pandai menyetrika ya, luwes sekali," timpal Mutia saat Ganjar dan Atikoh mengunjungi Tactic Plastik Studio di Danunegaran, Yogyakarta. Studio milik seniman lukis asal Jogja itu memamerkan karya seni hasil daur ulang sampah-sampah plastik.

Ganjar menyambangi Tactic Plastik Studio bersama istrinya, Siti Atikoh, usai mendengar kiprah Mutia Bunga (28) jebolan ISI Yogyakarta.

Mutia menyulap sampah-sampah plastik menjadi seni lukis. Tak hanya itu, sampah plastik juga dijadikan Mutia sebagai bahan seni instalasi. Ada hiasan dinding, hiasan meja, gantungan lampu, tas, dompet, cover buku dan lainnya.

Ganjar pun mengapresiasi karya Mutia Bunga. Menurutnya, apa yang dilakukan Mutia adalah hal luar biasa dan menginspirasi.

"Iya ada seniman menarik dari ISI yang kemudian mencoba mendaur ulang sampah jadi karya seni. Dan yang menarik sudah menjadi seni-seni instalasi yangg dipamerkan," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, apa yang dilakukan Mutia tak hanya bicara soal seni. Namun ada kepedulian lingkungan dan edukasi di dalamnya.

"Maka kalau ini diajarkan pada banyak orang dan anak-anak, satu kepeduliannya; dua punya nilai tambah dan tentu saja itu bagi anak muda akan bisa jadi dorongan. Sampahnya terkelola, bakat-bakatnya bisa disalurkan tapi diarahkan karena punya nilai seni yang tinggi. Dan tentu saja ini sesuatu yang menarik ya, biar kemudian sampah makin terkelola dan bisa menjadi bisnis juga,"tuturnya.

Mutia pun mengaku senang didatangi Ganjar. Dengan semangat, dia menunjukkan karya-karyanya kepada politikus PDI Perjuangan itu.

"Wah seneng banget didatangi Pak Ganjar. Mari pak saya tunjukkan hasil karya saya," kata Mutia dengan semangatnya.

Kepada Ganjar, Mutia mengatakan menekuni seni berbahan sampah plastik sejak 2016. Awalnya ia ingin keluar dari zona nyaman untuk membuat seni rupa.

"Saya lulusan ISI jurusan seni rupa, jadi saya dulu anak lukis, terus ingin buat karya seni dengan material lain. Nah saya melihat plastik itu warnanya seperti cat, dari situ saya membuat karya seni lukis dan berkembang ke seni instalasi," ucapnya.

Ternyata apa yang dilakukan itu berdampak cukup signifikan. Tak hanya bisa mengekspresikan seni, ia juga bisa membantu menangani persoalan lingkungan.

"Dan seneng banget ternyata pak Ganjar sangat perhatian pada isu lingkungan ini. Jadi saya senang karena beliau mengapresiasi kami dan memberikan dukungan. Bangga rasanya," pungkasnya.

Quote