Jakarta, Gesuri.id - Perjalanan bangsa Indonesia, sebagai bangsa merdeka dan berdaulat tidak lahir dalam sekejap mata. Ia tumbuh dari bara kecil yang dinyalakan oleh para pemuda terpelajar yang menolak tunduk pada nasib.
Bara itu pertama kali menyala pada 20 Mei 1908, ketika sekelompok mahasiswa STOVIA yang dipimpin oleh Raden Soetomo dan terinspirasi oleh gagasan luhur dr. Wahidin Soedirohoesodo dan M. Soeradji mendirikan organisasi Budi Utomo.
Budi Utomo bukan sekadar organisasi sosial budaya — ia adalah simbol kesadaran kolektif nasional pertama, ketika anak-anak muda Nusantara untuk pertama kalinya berbicara bukan sebagai orang Jawa, Sunda, Melayu, Batak, Bugis, Ambon, Papua, Minahasa maupun Dayak, tetapi sebagai bangsa Indonesia yang satu. Di tengah bayang-bayang kolonialisme, Budi Utomo berdiri dengan semangat mencerdaskan rakyat dan mengangkat martabat bangsa. Dari sinilah kebangkitan nasional dimulai.
Dua puluh tahun kemudian, bara itu menjelma menjadi api besar. Api yang menyala di dada pemuda-pemuda yang menolak dijajah lebih lama, yang percaya bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Bung Karno muda, yang kala itu baru menapaki usia dua puluhan, menjadi nyala api dari bara yang ditinggalkan Boedi Oetomo.
Tahun 1927, Bung Karno bersama kawan-kawannya mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) — melanjutkan cita-cita Budi Utomo, tetapi dengan langkah yang lebih berani dan tegas: membawa perjuangan dari ranah kesadaran menuju pergerakan politik kemerdekaan. Jika Budi Utomo menanam akar, maka PNI adalah batang yang tumbuh menjulang menuju langit kemerdekaan.
Satu tahun kemudian, semangat persatuan yang digelorakan Boedi Oetomo dan diperjuangkan PNI menemukan puncaknya pada 28 Oktober 1928. Dalam Kongres Pemuda II, suara lantang para pemuda dari berbagai daerah menggema:
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
Sumpah Pemuda bukan hanya seruan, tetapi pernyataan tekad. Ia adalah kelanjutan dari semangat Budi Utomo yang mencerdaskan, disertai keberanian revolusioner Bung Karno muda yang mempersatukan. Keduanya menjadi fondasi ideologis bangsa: kebangkitan, persatuan, dan perjuangan.
Bung Karno memahami betul bahwa kemerdekaan tidak lahir dari mimpi, melainkan dari kesadaran, ilmu, dan keberanian. Dalam api nasionalisme Budi Utomo, ia menemukan akar; dalam Sumpah Pemuda, ia menanamkan jiwa; dan dalam PNI, ia menyalakan obor perjuangan menuju Indonesia merdeka.
Kini, lebih dari seabad kemudian, semangat itu masih hidup — berdenyut dalam jiwa para kader muda PDI Perjuangan. Partai yang lahir dari rahim sejarah panjang perjuangan rakyat ini memegang teguh warisan Budi Utomo dan Bung Karno: berpikir cerdas, berjiwa persatuan, dan berani bertindak untuk rakyat.
Kader muda PDI Perjuangan hari ini adalah pewaris api perjuangan Budi Utomo dan PNI. Mereka tidak lagi berjuang melawan penjajah bersenjata, melainkan melawan penjajahan baru — kemiskinan, ketimpangan, dan kebodohan. Dalam diri mereka, semangat Sumpah Pemuda harus terus berkobar: berpikir nasional, bekerja untuk rakyat, dan setia pada cita-cita kemerdekaan yang sejati.
Dari Budi Utomo 1908, ke Sumpah Pemuda 1928, hingga PNI 1927 yang melahirkan semangat Marhaenisme Bung Karno — perjalanan panjang ini menegaskan satu hal:
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tak pernah padam semangat mudanya.”
Dan selama kader-kader muda PDI Perjuangan terus menjaga api itu, maka cita-cita Bung Karno — Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan — akan terus hidup dan menyala di dada setiap anak bangsa. Merdeka!
*Tulisan ini merupakan rangkaian kegiatan Merah Muda Fest 2025 untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025 yang akan diselenggarakan Selasa 28 Oktober 2025 di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan Jakarta dan Sabtu 1 November 2025 di GOR Among Rogo Yogyakarta.
#MerahMudaFest #MerahMuda #SumpahPemuda

















































































