Ikuti Kami

Hadiri Harlah ke-28 PKB, Pramono Anung Sebut Politisi yang Tinggalkan Partai Tak Akan Pernah Jadi Besar

Pramono turut menyoroti capaian ekonomi Jakarta, salah satunya laju inflasi daerah yang tercatat sebagai yang terendah di Pulau Jawa.

Hadiri Harlah ke-28 PKB, Pramono Anung Sebut Politisi yang Tinggalkan Partai Tak Akan Pernah Jadi Besar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

Jakarta, Gesuri.id — Gubernur DKI Jakarta sekaligus politikus PDI Perjuangan, Pramono Anung, menyampaikan pesan tajam mengenai loyalitas berpartai saat menghadiri pelantikan Ketua DPC PKB se-Indonesia di Alun-Alun Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (22/7).

Dalam perhelatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, Pramono menilai bahwa politikus yang memilih hengkang dari partai yang membesarkannya tidak akan pernah meraih kesuksesan besar di tempat lain.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

"Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sudah sangat teruji. Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal tidak? Semua orang yang meninggalkan partainya, tidak pernah ada yang menjadi besar'," ujar Pramono di hadapan ribuan kader PKB.

Meski tidak menyebutkan nama secara spesifik, Pramono mengisyaratkan bahwa fenomena perpindahan atau pembelotan kader tersebut terjadi di berbagai partai politik, termasuk di internal PDI Perjuangan maupun PKB. Menurutnya, dinamika dan ujian kepatuhan itulah yang justru menggembleng kekuatan internal partai politik.

"Di PDI Perjuangan ada, di PKB juga ada. Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh," tegasnya.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Lokasi pelantikan di Kota Tua dipilih PKB karena nilai historisnya sebagai tempat penyerangan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram terhadap tentara VOC pada masa Batavia. Selain membahas dinamika politik, Pramono turut menyoroti capaian ekonomi Jakarta, salah satunya laju inflasi daerah yang tercatat sebagai yang terendah di Pulau Jawa.

Pramono juga menekankan kesamaan karakter inklusif antara Pemprov DKI Jakarta dan PKB dalam merawat keberagaman. Ia menyinggung keberhasilan penyelenggaraan acara Christmas Carol kolosal di Bundaran HI sebagai bentuk jaminan kesetaraan dan toleransi beragama di ibu kota.

Quote