Denpasar, Gesuri.id - Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Bali yang digelar di Bali Sunset Road Convention Center, Sabtu (18/10/2025), tak hanya menjadi ajang konsolidasi struktural partai. Dari forum itu, muncul energi baru yang merepresentasikan semangat regenerasi PDI Perjuangan: Ni Putu Cynthya Indraningsih, BA (Hons).
Perempuan muda asal Jimbaran, Kabupaten Badung ini kembali dipercaya sebagai Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Bali masa bakti 2025–2030. Di tengah sorotan publik terhadap kepemimpinan Wayan Koster yang dikukuhkan kembali sebagai Ketua DPD, kehadiran Cynthya menegaskan bahwa PDI Perjuangan di Bali sedang menyiapkan generasi penerus yang tangguh, ideologis, dan berkarakter nasionalis.
Lahir pada 7 Agustus 1990, Cynthya tumbuh dalam lingkungan keluarga pejuang partai. Ayahnya, almarhum I Made Sujana, BAE, dikenal sebagai tokoh senior PDI Perjuangan di Kabupaten Badung. Namun Cynthya tak ingin sekadar dikenal karena garis keturunan politik.
“Saya mengenal PDI Perjuangan sejak kecil, bukan sebagai partai, tapi sebagai rumah perjuangan,” ujarnya dengan nada tegas namun hangat.
Latar belakang pendidikannya di Glion Institute of Higher Education, Switzerland—salah satu kampus ternama dunia di bidang hospitality—tak membuatnya menjauh dari tanah kelahiran. Sekembalinya ke Bali, Cynthya justru memilih pulang dan ikut mengembangkan Nirmala Group, bisnis keluarga yang telah bertahan lintas generasi.
Baginya, bisnis bukan sekadar warisan, tetapi tanggung jawab moral. “Nirmala sudah melewati fase merintis, bertahan, jatuh, lalu bangkit lagi. Itu pelajaran tentang konsistensi dan kerja keras,” ungkapnya.
Perjalanan Cynthya di PDI Perjuangan menunjukkan dedikasi yang tidak dibangun dalam semalam. Ia memulai dari bawah, berproses di lingkungan kader muda, hingga akhirnya dipercaya menempati posisi strategis di struktur DPD — mulai dari Wakil Bendahara, sempat menjadi Bendahara, dan kini kembali diamanahkan posisi Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Bali.
Kepercayaan itu, kata Cynthya, lahir dari kerja nyata, bukan karena nama besar keluarga.
“PDI Perjuangan memberi ruang yang luas bagi perempuan muda untuk memimpin. Di partai ini, yang dihargai adalah integritas dan kesetiaan terhadap ideologi,” katanya.
Di luar struktur partai, Cynthya dikenal aktif membina generasi muda Bali melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan kebudayaan. Ia sering menjadi koordinator Lomba Barista Kopi Bali dan Mixology Arak Bali, sebuah inisiatif yang menghubungkan tradisi lokal dengan inovasi industri masa depan.
Sebagai pengusaha sekaligus politisi muda, Cynthya memiliki filosofi kepemimpinan yang matang: berpikir jauh ke depan tanpa kehilangan akar budaya.
“Generasi muda harus sadar bahwa semua ada proses. Tidak ada yang instan. Perempuan harus berani maju dan menghadapi tantangan, karena di setiap kendala selalu ada harapan,” ujarnya.
Cynthya Indraningsih adalah wajah baru politik Bali: muda, berani, dan ideologis. Ia bukan sekadar bagian dari struktur partai, melainkan simbol transformasi PDI Perjuangan menuju masa depan yang lebih inklusif, modern, dan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.
“Sebagai kader muda, saya hanya ingin berbuat nyata — membawa semangat perjuangan PDI Perjuangan ke ruang-ruang baru, tempat anak muda bisa berperan dan memberi makna,” tutupnya.

















































































